
Keikutsertaan Putera Banua Banjarmasin yang merupakan tim Pra-PON Futsal Kalimantan Selatan dalam Nusantara Futsal League (Linus) Kalimantan Selatan 2026 ternyata memiliki misi yang lebih besar dibanding sekadar mengejar prestasi.
Turnamen ini dimanfaatkan sebagai laboratorium seleksi untuk membentuk skuad terbaik menuju Pra-PON.
Direktur Teknik Tim Pra-PON Futsal Kalimantan Selatan, Edy Susanto atau yang akrab disapa Coach Pepedy, mengatakan keputusan mengikuti Linus merupakan langkah strategis yang telah mendapat persetujuan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kalimantan Selatan. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap para pemain yang tengah menjalani seleksi.
“Alhamdulillah, mereka baru satu bulan persiapan dengan beberapa kali pertemuan dan diberi kesempatan untuk mengikuti Linus. Ajang ini kami jadikan sarana untuk meningkatkan mentalitas bertanding sekaligus melihat sejauh mana kualitas masing-masing pemain,” ujar Coach Pepedy saat ditemui di Banjarmasin, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, hasil yang diraih dalam Linus bukanlah target utama. Fokus tim pelatih adalah mengamati perkembangan kemampuan individu setiap pemain sebagai dasar menentukan komposisi skuad yang akan dipersiapkan menghadapi Pra-PON.
“Ini namanya check in, check out. Yang menampilkan performa terbaik akan kami pertahankan. Yang tidak mengeluarkan kualitasnya, otomatis akan kami ganti dengan pemain-pemain yang lebih berkualitas. Sebelum enam bulan menjelang Pra-PON, akan ada 20 pemain yang mengikuti pemusatan latihan di Kalimantan,” jelasnya.
Sebagai bentuk keseriusan dalam pembinaan pemain muda, Putera Banua juga sengaja tidak memanfaatkan kuota dua pemain senior yang diperbolehkan dalam regulasi Linus. Kebijakan tersebut diambil agar seluruh pemain muda memperoleh kesempatan bermain dan menambah pengalaman bertanding.
“Target kami bukan di sini. Kami ikut Linus murni untuk menambah jam terbang pemain. Jadi kami tidak memakai kuota senior sama sekali karena fokus kami adalah persiapan Pra-PON, bukan hasil di turnamen ini,” tegas Coach Pepedy.
Tidak hanya mengevaluasi pemain yang sudah tergabung dalam seleksi, tim pelatih juga memanfaatkan Linus sebagai ajang pencarian bakat. Pemain-pemain potensial dari klub peserta yang memenuhi syarat usia Pra-PON, yakni kelahiran 2009, terus dipantau untuk memperkuat tim.
“Tidak menutup kemungkinan ada beberapa pemain yang belum masuk seleksi Pra-PON, tetapi bermain di klub Linus dan benar-benar lahir 2009. Kalau memang berkualitas, kami akan masukkan ke proses seleksi Pra-PON,” ungkapnya.
Sementara itu, Nusantara Futsal League Kalimantan Selatan 2026 kini memasuki fase Final Four. Berdasarkan klasemen akhir fase penyisihan per 28 Juli 2026, empat tim yang berhasil mengamankan tiket ke babak empat besar adalah Munthe FC Kotabaru sebagai pemuncak klasemen dengan 13 poin, diikuti HM Academy Barito Kuala dan Garuda FC Kotabaru yang sama-sama mengoleksi 12 poin, serta Heluvi FC Banjarbaru sebagai tim terakhir yang lolos.
Bagi tim Pra-PON Kalimantan Selatan, perjalanan di Linus menjadi bagian penting dalam membangun fondasi tim yang kompetitif. Evaluasi berkelanjutan dan proses seleksi yang terbuka diharapkan mampu melahirkan skuad terbaik yang siap membawa nama Kalimantan Selatan bersaing di ajang Pra-PON mendatang. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












