




Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan memanfaatkan momentum Kalsel Expo 2026 untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mempertahankan gigi asli dan tidak langsung memilih pencabutan ketika mengalami sakit gigi.
Pesan tersebut disampaikan Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, saat ditemui pada pembukaan Kalsel Expo 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, masih terdapat anggapan di tengah masyarakat bahwa sakit gigi selalu berujung pada pencabutan. Padahal, perkembangan ilmu kedokteran gigi saat ini memungkinkan berbagai kondisi gigi mendapatkan perawatan sehingga gigi asli dapat dipertahankan.
“Jangan berasumsi bahwa setiap kali sakit gigi harus dicabut. Tidak semua kasus sakit gigi itu harus dicabut,” ujar drg. Mashuda.
Ia menegaskan, mempertahankan gigi asli menjadi salah satu prinsip penting dalam perawatan kedokteran gigi. Sebab, meskipun gigi yang telah dicabut dapat digantikan dengan gigi tiruan, fungsi dan kenyamanannya tidak sepenuhnya sama dengan gigi asli.
“Terapi kedokteran gigi yang terkini adalah semakin gigi itu dipertahankan semakin bagus. Gigi tiruan atau gigi palsu itu tidak senyaman gigi asli,” jelasnya.
Untuk mendekatkan edukasi tersebut kepada masyarakat, RSGM Gusti Hasan Aman membuka stan pelayanan dalam Kalsel Expo 2026. Pengunjung dapat berkonsultasi mengenai kondisi gigi dan mulut sekaligus memperoleh pemeriksaan kesehatan.
Selain pemeriksaan gigi menggunakan kamera intraoral, RSGM juga memperkenalkan teknologi intraoral scanner yang memungkinkan pemeriksaan kondisi rongga mulut secara digital. Kehadiran teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit menghadirkan pelayanan kedokteran gigi yang mengikuti perkembangan teknologi.
“Di sini kami hadir untuk bersama masyarakat sehingga kami bisa membantu menangani masalah-masalah gigi di masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan,” kata drg. Mashuda.
RSGM Gusti Hasan Aman juga menyediakan pemeriksaan kesehatan umum bagi pengunjung, seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pelayanan tersebut melengkapi pemeriksaan gigi dan mulut yang menjadi layanan utama rumah sakit.
drg. Mashuda juga menyoroti kondisi kesehatan gigi masyarakat Kalimantan Selatan yang menurutnya masih menjadi perhatian, khususnya terkait masalah gigi berlubang atau karies.
Ia menyebut kondisi geografis Kalimantan Selatan sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kesehatan gigi masyarakat. Karena itu, edukasi dan pemeriksaan dini dinilai penting untuk mencegah masalah gigi berkembang menjadi lebih berat.
Melalui Kalsel Expo 2026, RSGM Gusti Hasan Aman tidak hanya memperkenalkan layanan rumah sakit, tetapi juga berupaya membangun pemahaman masyarakat bahwa perawatan gigi sebaiknya dilakukan sedini mungkin.
drg. Mashuda mengajak masyarakat yang berkunjung ke Kalsel Expo untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memeriksakan kondisi gigi sekaligus berkonsultasi mengenai perawatan yang tepat.
“Konsepnya merubah mindset masyarakat bahwa sakit gigi itu tidak harus cabut gigi. Kami mempunyai perawatan-perawatan supaya giginya tetap dirawat, tetap bertahan, dan giginya berfungsi untuk mengunyah kembali,” pungkasnya.
Dengan edukasi tersebut, RSGM Gusti Hasan Aman berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mempertahankan gigi asli, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta tidak menunda perawatan ketika mulai menemukan masalah pada gigi dan mulut. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












