Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat dukungan logistik untuk penanganan bencana dengan menjalin koordinasi bersama posko induk maupun posko lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel M Farhanie melalui Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Yoefi Fahromi mengatakan, dukungan tersebut salah satunya dilakukan dengan mengoptimalkan stok logistik yang tersedia di gudang Dinsos.
Menurutnya, dari hasil laporan personel logistik, terdapat sejumlah persediaan makanan yang masa kedaluwarsanya tinggal sekitar dua hingga tiga bulan. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan dan ditindaklanjuti dengan menyalurkan logistik tersebut untuk mendukung kebutuhan di posko penanganan bencana.
“Daripada stok tersebut mendekati masa kedaluwarsa, atas arahan pimpinan kita inisiatif untuk memberikan dan mendistribusikannya ke posko. Kita informasikan kepada posko induk dan posko lapangan agar bantuan tersebut bisa dimanfaatkan,” ujar Yoefi, Banjarbaru, Kamis (20/8/2026).
Selain itu, Dinsos Kalsel juga merespons permintaan kebutuhan logistik dari posko penanganan bencana. Berdasarkan koordinasi dan surat permintaan yang disampaikan, terdapat sejumlah kebutuhan yang dapat dipenuhi dan didroping oleh Dinsos maupun melalui dukungan APBD.
Untuk logistik yang bersumber dari Dinsos, bantuan yang disalurkan antara lain velbed, kasur, makanan anak, makanan siap saji serta lauk-pauk siap saji.
Sementara itu, dukungan yang bersumber dari APBD meliputi air mineral, mi instan, teh celup, kopi bubuk dan gula.
“Totalnya ada beberapa item yang kita dropping sesuai dengan kebutuhan posko. Untuk yang bersumber dari logistik Dinsos ada lima item, kemudian dari APBD juga ada air mineral, mi instan, teh, kopi dan gula,” jelasnya.
Yoefi menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan jajaran BPBD terkait penyaluran bantuan tersebut. Respons positif juga disampaikan oleh Kepala BPBD Kalsel, yang menyambut baik dukungan logistik dari Dinsos.
“Kita sampaikan bahwa mudah-mudahan yang didroping ini bisa bermanfaat untuk kebutuhan di posko. Beliau juga menyampaikan insyaallah pasti bermanfaat,” katanya.
Menurut Yoefi, pendistribusian bantuan selanjutnya menjadi kewenangan BPBD untuk mengatur sesuai kebutuhan di masing-masing posko. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat disalurkan secara tepat, baik untuk posko induk maupun posko lapangan.
“BPBD yang mengatur distribusinya. Misalnya di posko induk membutuhkan kasur sekian, velbed sekian, kemudian kebutuhan lainnya juga disesuaikan. Kita dari Dinsos prinsipnya siap mendukung sesuai kemampuan dan ketersediaan logistik,” pungkasnya.
Dinsos Kalsel berharap sinergi antara perangkat daerah dan BPBD tersebut dapat terus diperkuat, sehingga ketersediaan logistik dapat dimanfaatkan secara optimal dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat segera terpenuhi. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












