DPKP Kalsel Sinkronkan Data Tanaman Pangan 2026, Produksi Padi Capai 937 Ribu Ton

- Kontributor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Tanaman Pangan Tahun 2026 di Banjarbaru, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, didampingi Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Noor Istiqosari serta Kabid Tanaman Pangan Masliyana. 

Pertemuan ini diikuti petugas pengumpulan dan pelaporan data tanaman pangan dari kabupaten/kota se-Kalsel, baik secara langsung maupun melalui Zoom.

Syamsir Rahman mengatakan, rapat koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyamakan dan menyinkronkan data produksi tanaman pangan antara pemerintah daerah dengan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Ini tidak lain untuk mensinkronkan data. Jangan sampai data itu jauh berbeda dengan apa yang dibuat oleh BPS. Sumbernya dari Badan Pusat Statistik, kemudian dari dinas sendiri bagaimana angkanya tidak boleh jauh berbeda,” ujarnya.

Ia menegaskan, data yang menjadi acuan utama capaian produksi tetap mengacu pada hasil Kerangka Sampel Area (KSA) yang dilakukan BPS. Karena itu, seluruh jajaran terkait perlu memastikan proses pengumpulan dan pelaporan data di daerah berjalan baik.

Syamsir menyebutkan, pada 2025 produksi padi Kalsel mencapai sekitar 1.179.000 ton atau hampir 1,2 juta ton. Sementara itu, berdasarkan angka sementara KSA 2026 hingga periode September, produksi padi Kalsel telah mencapai sekitar 937.000 ton.

“Dibandingkan bulan yang sama September 2024, ada kenaikan sekitar 239 ribu ton. Alhamdulillah ini masih berlangsung terus panen kita sampai nanti mungkin di akhir September, lalu lanjut lagi di bulan-bulan berikutnya,” jelasnya.

Ia berharap produksi padi Kalsel pada 2026 setidaknya mampu menyamai capaian tahun sebelumnya, bahkan meningkat. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani di tengah kondisi iklim yang kurang bersahabat.

Syamsir juga menyampaikan apresiasi kepada para petani yang tetap melakukan pertanaman di sejumlah wilayah, di antaranya kawasan lahan rawa dan daerah Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan serta Hulu Sungai Tengah.

“Semoga bisa mencapai angka minimal sama dengan tahun 2025. Kalau melebihi, Alhamdulillah. Sementara Kalimantan Selatan menjadi terdepan capaian produksi padi kita dibandingkan dengan provinsi tetangga di Pulau Kalimantan,” katanya.

Sementara itu, Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan DPKP Kalsel, Noor Istiqosari, mengatakan ketersediaan data yang akurat, valid dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan pertanian.

Menurutnya, data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan monitoring hingga evaluasi terhadap capaian kinerja pembangunan pertanian.

Untuk memperoleh data yang akurat, valid dan tepat waktu, diperlukan proses sistematis mulai dari pengumpulan, verifikasi, validasi, pengolahan hingga penyajian data statistik. “Hal tersebut juga harus didukung sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi,” kata Sari.

Sari menjelaskan, penghitungan produksi tanaman pangan dilakukan secara bertahap melalui penyusunan angka sementara dan angka tetap. Dalam pelaksanaannya, penghitungan statistik tanaman pangan dilakukan bersama BPS Provinsi Kalsel.

“Untuk mengantisipasi dan meminimalkan permasalahan yang mungkin timbul, diperlukan koordinasi dan komunikasi antara petugas pengumpul data dan petugas pengolah data,” jelasnya.

Ia menambahkan, pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi mengenai penerapan metode pengumpulan data serta penyampaian laporan dari kabupaten/kota.

“Diharapkan tersedia data tanaman pangan yang akurat, valid, konsisten dan tepat waktu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Capaian LTT Agustus Kalsel  target 23.163 Hektare, Percepatan Tanam Terus Didorong
Pekan Paralimpik Daerah Kalsel Digelar September, Jadi Persiapan Atlet Menuju Peparnas 2028
Turnamen Padel Antar-SKPD Digelar, 25 Instansi Siap Unjuk Kemampuan
Diskominfo Kalsel Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Tegaskan Salat sebagai Sumber Inspirasi
Banua Duathlon Challenge Keempat Siap Digelar, Kuota 120 Atlet Ludes dalam Dua Hari
Dinsos Kalsel Fokus Dukung Penanganan Karhutla di Wilayah Utara Bandara
Dinsos Kalsel Salurkan Dukungan Logistik untuk Penanganan Bencana melalui Posko Induk
40 Pelaku Usaha Pariwisata HSS dan HST Didorong Konsisten Terapkan CHSE

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:27 WITA

Capaian LTT Agustus Kalsel  target 23.163 Hektare, Percepatan Tanam Terus Didorong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:25 WITA

DPKP Kalsel Sinkronkan Data Tanaman Pangan 2026, Produksi Padi Capai 937 Ribu Ton

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:55 WITA

Pekan Paralimpik Daerah Kalsel Digelar September, Jadi Persiapan Atlet Menuju Peparnas 2028

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:54 WITA

Turnamen Padel Antar-SKPD Digelar, 25 Instansi Siap Unjuk Kemampuan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:12 WITA

Banua Duathlon Challenge Keempat Siap Digelar, Kuota 120 Atlet Ludes dalam Dua Hari

Berita Terbaru