Tinjau KSPP di Gambut, Kalsel Dorong Peningkatan Produksi Padi dan Hortikultura

- Kontributor

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan peninjauan lapangan KSPP di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, beberapa waktu lalu. Peninjauan tersebut dilakukan bersama tim dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk melihat langsung kondisi pertanian dan aktivitas panen masyarakat.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman melalui Sekretaris Dinas, Saptono, mengatakan Kecamatan Gambut dipilih sebagai salah satu lokasi peninjauan untuk memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pertanian di Kalsel, khususnya di tengah musim kemarau yang masih berlangsung cukup panjang.

“Jadi kemarin kita melaksanakan kunjungan lapangan bersama Bapak Bapanas dalam rangka melihat atau meninjau kawasan sentra produksi pangan. Lokus yang dipilih adalah Kecamatan Gambut,” ujar Saptono, Rabu (2/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pihaknya melihat langsung aktivitas panen yang dilakukan masyarakat. 

Menurut Saptono, meski kondisi kemarau masih cukup panjang, produktivitas pertanian di wilayah tersebut masih menunjukkan hasil yang cukup baik.

“Kita melihat panen yang dilaksanakan oleh masyarakat. Dalam kondisi kemarau yang masih cukup panjang ini, produksi pertanian kita masih lumayan cukup bagus,” katanya.

Hasil peninjauan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus gambaran bagi pemerintah pusat mengenai kondisi dan potensi pertanian di Kalimantan Selatan. Terlebih, Kalsel merupakan salah satu provinsi yang ditunjuk sebagai kawasan sentra produksi pangan.

Saptono berharap dukungan pemerintah pusat melalui Bapanas dapat semakin memperkuat pengembangan KSPP di Kalsel, terutama melalui dukungan anggaran dan fasilitas yang dibutuhkan petani.

“Harapannya dari pemerintah pusat yang difasilitasi oleh Bapanas kita bisa mendapatkan anggaran yang cukup untuk meningkatkan atau memfasilitasi kawasan sentra produksi pangan yang ada di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan KSPP tidak hanya difokuskan pada komoditas padi, tetapi juga mencakup sektor hortikultura. Karena itu, seluruh kabupaten/kota di Kalsel diharapkan dapat menjadi bagian dari kawasan sentra produksi pangan dengan menyesuaikan potensi unggulan masing-masing wilayah.

“Untuk kawasan sentra produksi pangan ini selain padi, juga diminta komoditas hortikultura. Jadi semua kabupaten/kota kita harapkan menjadi kawasan sentra produksi pangan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah, baik hortikultura maupun padi,” ungkapnya.

Untuk komoditas padi, DPKP Kalsel mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari IP1 menjadi IP2. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi tanam dalam satu tahun sehingga produktivitas dan produksi pangan daerah ikut meningkat.

Sementara pada sektor hortikultura, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kemampuan produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalsel. Saat ini, produksi hortikultura lokal disebut baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan.

“Kita berharap di Kalimantan Selatan bisa memenuhi kebutuhan hortikultura yang selama ini baru sekitar 30 persen. Minimal ada peningkatan yang signifikan, dari 30 persen bisa menjadi 50 persen atau bahkan 60 persen,” pungkas Saptono.

Penguatan KSPP tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani, menjaga ketersediaan pangan, serta mengurangi ketergantungan Kalsel terhadap pasokan komoditas dari luar daerah. MC Kalsel/tgh

Berita Terkait

ABTI Kalsel Siapkan 10 Atlet Hadapi PON Pantai 2026, Bidik Peningkatan Prestasi
Fourfeo PWI-Adaro Perkuat Silaturahmi, Matangkan Persiapan Wartawan Kalsel Menuju Porwanas Lampung 
Lindungi Hak Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan SKK Penagihan Rp3,25 Miliar ke Kejari Kotabaru
BPSDMD Kalsel Tutup Pelatihan Manajemen Risiko 2026, Dorong ASN Perkuat Budaya Sadar Risiko
Diskop UKM Kalsel Gelar Ceramah Agama, Perkuat Keimanan dan Integritas Aparatur
Kunjungan Edukasi ke Amanah Borneo Park, PAUD Citra Indonesia Kenalkan Anak pada Alam dan Pengalaman Belajar Langsung
Dispersip Kalsel Hadirkan Layanan Referensi untuk Permudah Akses Informasi Masyarakat
Dislautkan Kalsel Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai Angsana, Perkuat Gerakan Indonesia Asri

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:06 WITA

ABTI Kalsel Siapkan 10 Atlet Hadapi PON Pantai 2026, Bidik Peningkatan Prestasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Fourfeo PWI-Adaro Perkuat Silaturahmi, Matangkan Persiapan Wartawan Kalsel Menuju Porwanas Lampung 

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:06 WITA

Lindungi Hak Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan SKK Penagihan Rp3,25 Miliar ke Kejari Kotabaru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:09 WITA

Diskop UKM Kalsel Gelar Ceramah Agama, Perkuat Keimanan dan Integritas Aparatur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:45 WITA

Kunjungan Edukasi ke Amanah Borneo Park, PAUD Citra Indonesia Kenalkan Anak pada Alam dan Pengalaman Belajar Langsung

Berita Terbaru