Kunjungan Belajar Pemkab bersama DPRD Tanah Bumbu di BLUPPB Karawang

- Kontributor

Kamis, 10 Oktober 2024 - 15:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan Belajar Pemkab bersama DPRD Tanah Bumbu di BLUPPB Karawang

Kunjungan Belajar Pemkab bersama DPRD Tanah Bumbu di BLUPPB Karawang

TANAHBUMBU – Kunjungan belajar yang dilakukan oleh Pemkab dan DPRD Tanah Bumbu pada 10 Oktober 2024 berlangsung di BLUPPB (Badan Layanan Umum Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya) Karawang. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota DPRD Tanah Bumbu, yaitu Dading Kalbuadi, Abdurrahman, Gusti Erwin Arifin, dan Rusdi.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Bumbu, Ambo Sakka, yang didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan, Akhmad Rozain, serta Staff Ahli dan Staff Khusus Bupati.

Dalam sambutannya, Sekda Ambo Sakka mengungkapkan pentingnya kunjungan ini untuk menimba ilmu dan melakukan studi tiru guna meningkatkan produksi perikanan di Kabupaten Tanah Bumbu. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dari kunjungan ini dapat diimplementasikan di daerah mereka, terutama dalam pengembangan budidaya ikan nila salin.

Acara ini diawali dengan sesi materi yang disampaikan oleh dua narasumber, Fitria Nawir dan Widya Puspitasari, yang membahas tentang pembenihan dan pembesaran ikan nila salin, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Fitria Nawir memaparkan bahwa sejak pertengahan tahun 2023, BLUPPB Karawang telah mengembangkan kawasan pembenihan nila salin, yang dikenal sebagai Cluster Nila Salin.

Dalam penjelasannya, Fitria mengungkapkan bahwa proses adaptasi benih ikan nila dimulai pada Juli 2023 dengan pemijahan induk ikan dari strain Nila Sakti yang diambil dari BBAT Sukabumi.

Larva ikan ini kemudian dipelihara hingga mencapai fase pendederan ke-3, dan benih yang dihasilkan dapat beradaptasi dengan salinitas hingga 10 ppt, sehingga siap ditebar ke kolam pembesaran.

Di sisi lain, Widya Puspitasari memberikan penjelasan mengenai proses pembesaran ikan nila salin. Ia menyampaikan bahwa benih yang telah berhasil dibudidayakan di BLUPPB Karawang kemudian digunakan dalam program budidaya di tambak-tambak yang ada di wilayah sekitar, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar ikan nila fillet. Widya menekankan pentingnya pemeliharaan yang baik dan pemberian pakan berkualitas untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila.

Acara ini diakhiri dengan berkeliling mengunjungi lokasi BLUPPB. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, diharapkan Pemkab Tanah Bumbu dapat meningkatkan produksi ikan nila salin yang beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan di wilayah mereka.

Berita Terkait

Makhruri Hadiri Peringatan Hari Santri 2026, Pembangunan Kantor MWCNU Mantewe Dimulai
Hasanuddin Imbau Warga Tanah Bumbu Waspada Karhutla dan Kabut Asap
Makhruri Dorong Industri Prioritaskan Lulusan SMK dan Tenaga Kerja Lokal Tanah Bumbu
DPRD Tanah Bumbu Kawal RAPBD 2027, Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Prioritas
RAPBD 2027 Tanah Bumbu Capai Rp2,888 Triliun, Ini Rincian Pendapatan dan Belanjanya
Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu Hasanuddin Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kabag Ops Polres
DPRD Tanah Bumbu Usulkan Dua Raperda, Fokus Penanggulangan Kemiskinan dan Pengembangan SDM
DPRD Tanah Bumbu Peringati HUT ke-22, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:36 WITA

Makhruri Hadiri Peringatan Hari Santri 2026, Pembangunan Kantor MWCNU Mantewe Dimulai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Hasanuddin Imbau Warga Tanah Bumbu Waspada Karhutla dan Kabut Asap

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:31 WITA

Makhruri Dorong Industri Prioritaskan Lulusan SMK dan Tenaga Kerja Lokal Tanah Bumbu

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:29 WITA

DPRD Tanah Bumbu Kawal RAPBD 2027, Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Prioritas

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:26 WITA

RAPBD 2027 Tanah Bumbu Capai Rp2,888 Triliun, Ini Rincian Pendapatan dan Belanjanya

Berita Terbaru