Peranan Dunia Usaha dan Media dalam Mewujudkan KLA di Tanbu

- Kontributor

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATULICIN – Peran Media dan Dunia Usaha dalam mendukung Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) sangat penting.

Demikian kata Bupati Tanbu Abah Zairullah Azhar melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Hj Narni, Selasa (20/02/2024). Saat membuka pertemuan dunia usaha dan media guna mendukung KLA di Bumi Bersujud.

Saat ini, sebut Narni, dunia usaha melalui Perusahaan Asosiasi Sahabat Anak Indonesia (APSAI) di harapkan dapat memberikan perhatian lebih serius. Terutama terhadap upaya pemenuhan hak anak secara bersama mengubah paradigma di lingkungan dunia usaha tersebut.

Disini, peran perusahaan sangat penting dalam memastikan terpenuhinya hak anak, serta tumbuh kembang anak.

“Sekecil apapun usaha yang di lakukan akan sangat berarti pada anak di Indonesia, utamanya di Kabupaten Tanah Bumbu,” ucapnya.

Menurutnya, KLA bukan hanya merupakan tugas pemerintah saja. Namun tugas dunia usaha turut berperan sebagai bagian dari empat pilar pembangunan.


Selain itu, lanjutnya, semua langkah ini bukan hanya sekedar tanggung jawab sosial perusahaan, Namun peran kebijakan, produk, serta programnya di tuntut harus ramah anak.

“Ini di sesuaikan dengan Amanat UUD 1945 Nomor 35 Pasal 72 Tahun 2015, tentang perlindungan anak,” ucapnya.

Selain itu, dukungan terhadap upaya pemenuhan anak sangatlah di perlukan dari partisipasi media. Karena era sekarang ini, para anak sudah akrab dengan gadget, media sosial, maupun media online.

Dari sinilah peran penting media untuk memberikan informasi seputar pengetahuan yang berbasis layak anak.

“Kami berharap agar para jurnalis dapat memahami pedoman pemberitaan ramah anak. Karena perannya sangat di butuhkan. Sehingga nantinya para jurnalis Tanbu dapat memberikan informasi yang layak anak. Dalam rangka ikut berpartisipasi pada upaya perlindungan anak dan pemenuhan hak anak.” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Erlie Susanti menyampaikan saat ini status layak anak masih dalam kategori madya di bawah nindidya.

Karena itu akan menjadi pekerjaan rumah bagi Tanbu untuk meningkatkan nilai tersebut.

Terlepas dari itu, keterlibatan dengan dunia usaha sejatinya secara bersama berupaya memberikan kontribusi yang nyata kepada pihak pemerintah daerah dalam hal pemenuhan hak anak.

“Untuk keterlibatan dunia usaha dan media di anggap sangat penting. Berupa pemberian advokasi termasuk kontribusi perusahaan berupa CSR berupa bantuan pendanaan dan lainnya,” pungkasnya

Berita Terkait

Lintasan Atletik Stadion 17 Mei Ditarget Selesai Akhir Juni, Kursi Stadion Diganti Total
Ekonomi Kalsel Tumbuh Solid, DJPb Sebut Kinerja Fiskal dan Perdagangan Tetap Terjaga
Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen
Penyaluran TKD di Kalsel Capai Rp6,68 Triliun, DJPb Sebut Dukungan Fiskal Daerah Terus Terjaga
Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima
Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan
Turnamen Biliar Antar Wartawan Kalimantan 2026 Kembali Digelar di Banjarmasin
Disbunnak Kalsel Pastikan Ketersediaan dan Kesehatan Hewan Kurban

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:23 WITA

Lintasan Atletik Stadion 17 Mei Ditarget Selesai Akhir Juni, Kursi Stadion Diganti Total

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WITA

Ekonomi Kalsel Tumbuh Solid, DJPb Sebut Kinerja Fiskal dan Perdagangan Tetap Terjaga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:58 WITA

Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:52 WITA

Penyaluran TKD di Kalsel Capai Rp6,68 Triliun, DJPb Sebut Dukungan Fiskal Daerah Terus Terjaga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:48 WITA

Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima

Berita Terbaru