Pra-Biennale Kalimantan 2026 Jadi Ruang Satukan Visi Perupa se-Kalimantan

- Kontributor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pra-Biennale Kalimantan 2026 yang mengangkat tema “Sajian: Makanan sebagai Bahasa Pertama”. Kegiatan tersebut dinilai menjadi representasi kekayaan warisan budaya sekaligus bukti tumbuhnya kesenian yang berakar dari masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Eddy Suwarto, saat ditemui di lokasi kegiatan di Banjarmasin, Selasa (11/8/2026).

Menurut Eddy, karya-karya yang ditampilkan dalam pameran Pra-Biennale Kalimantan 2026 mampu merefleksikan identitas kultural Kalimantan Selatan yang kaya akan sejarah, tradisi, dan proses akulturasi budaya.
“Jadi, karyanya luar biasa, mewakili akulturasi Kalimantan Selatan, Banua kita yang bagus ini, yang kaya akan warisan budaya,” ujar Eddy.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Pra-Biennale yang dinilainya lahir dan berkembang dari inisiatif masyarakat. Menurutnya, kegiatan seni dan budaya yang tumbuh dari akar rumput perlu mendapatkan perhatian lebih besar dari pemerintah.

“Dari sisi kegiatan, saya sangat mengapresiasi bahwa ini adalah kegiatan yang bertumbuh dari bawah. Selayaknya Kalimantan Selatan ke depan akan lebih mengapresiasi dan memperhatikan event-event seperti ini,” katanya.

Eddy menegaskan, Pemprov Kalsel melalui Disdikbud berkomitmen untuk terus memfasilitasi para pelaku seni dan budaya. Komitmen tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), khususnya dalam pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata.

“Komitmen kita sudah jelas di RPJMD Gubernur, memperhatikan kebudayaan dan pariwisata. Pada tahun ini kita akan melakukan fasilitasi terhadap lembaga-lembaga sanggar, penggiat seni budaya, untuk lebih bertumbuh dari bawah, jadi tidak secara eksklusif,” jelasnya.

Terkait keberlanjutan kegiatan tersebut, Eddy memastikan pelaksanaan Biennale Kalimantan akan dilanjutkan pada 2027. Sementara Pra-Biennale yang digelar tahun ini menjadi salah satu tahapan menuju penyelenggaraan Biennale Kalimantan.

“Ke depan, khusus acara ini, Biennale insyaallah nanti akan difasilitasi oleh Taman Budaya. Jadi, kita pastikan insyaallah tahun depan, 2027, Biennalenya. Yang ini Pra-Biennale, nanti tahun depan Biennalenya,” ujarnya.

Sementara itu, Kurator Pra-Biennale Kalimantan, Zamrud Setya Negara, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang untuk menyatukan visi para perupa dari berbagai wilayah di Kalimantan.

Menurutnya, pelaksanaan Pra-Biennale di Kalimantan Selatan merupakan salah satu fase penting dalam mewujudkan Biennale Kalimantan yang melibatkan perupa dari seluruh wilayah regional.

“Pra-Biennale Kalimantan hari ini menjadi pemantik untuk menyatukan visi bersama para perupa se-Kalimantan. Artinya, hari ini yang terjadi di Kalimantan Selatan ini adalah proses yang menjadi salah satu fase untuk mewujudkan Biennale Kalimantan,” ujar Zamrud.

Ia menjelaskan, agenda lanjutan nantinya tidak hanya diarahkan pada pola pembinaan formal, tetapi lebih menekankan pada pertukaran pengetahuan dan informasi antarpelaku seni. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan serta khazanah para perupa lokal.

“Ke depannya mungkin secara spesifik tidak disebut dengan pembinaan, tetapi sharing knowledge, kemudian sharing informasi-informasi untuk melengkapi dan menambah khazanah semua perupa yang akan siap menuju Biennale Kalimantan,” jelasnya.

Zamrud menambahkan, Pra-Biennale menjadi bagian dari upaya membangun Biennale Kalimantan sebagai ruang penghubung atau hub bagi para seniman rupa dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Utara.

Melalui gelaran tersebut, Biennale Kalimantan diharapkan dapat berkembang menjadi agenda seni rupa yang tidak hanya bergengsi di tingkat regional dan nasional, tetapi juga mampu membawa karya dan potensi seni rupa Kalimantan ke panggung internasional.

Dengan demikian, pelaksanaan Pra-Biennale Kalimantan 2026 tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya seni, tetapi juga menjadi momentum membangun jejaring, memperkuat ekosistem seni rupa, serta menyatukan visi para perupa di Pulau Kalimantan menuju Biennale Kalimantan 2027. MC Kalsel/Jml

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Gubernur Kalsel Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional HST, Sejumlah Komoditas Naik Jelang Maulid
Antisipasi Karhutla, Dishut Kalsel Siapkan Infrastruktur Pengairan di Zona Rawan
Gelorakan Nasionalisme, Diskominfo Kalsel Turun ke Jalan Bagikan Bendera Merah Putih Sambut HUT RI
Anjangsana Pemprov Kalsel, Rudy Ariffin Dukung Keberlanjutan Program Pembangunan
Germas Ceria 2026 di HST Perkuat Generasi Muda Sehat dan Berkarakter
Semarak Kemerdekaan ke-81 dan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel, Dinas PUPR Kalsel Gelar Berbagai Lomba
Munthe FC Kotabaru Juara Nusantara Futsal League Kalsel 2026, Siap Bawa Nama Banua ke Nasional
Kalsel Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi, Operasi Pasar Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:25 WITA

Gubernur Kalsel Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional HST, Sejumlah Komoditas Naik Jelang Maulid

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:01 WITA

Pra-Biennale Kalimantan 2026 Jadi Ruang Satukan Visi Perupa se-Kalimantan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Antisipasi Karhutla, Dishut Kalsel Siapkan Infrastruktur Pengairan di Zona Rawan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:51 WITA

Gelorakan Nasionalisme, Diskominfo Kalsel Turun ke Jalan Bagikan Bendera Merah Putih Sambut HUT RI

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:05 WITA

Anjangsana Pemprov Kalsel, Rudy Ariffin Dukung Keberlanjutan Program Pembangunan

Berita Terbaru