



Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mendorong Koperasi Jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudera Nusantara untuk terus bertransformasi menuju koperasi modern yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Bagiawan saat memberikan sambutan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Jasa TKBM Samudera Nusantara Tahun Buku 2025, yang dilaksanakan di Banjarmasin, Kamis (5/2/2026).
Ia menegaskan bahwa RAT merupakan agenda penting dan strategis bagi koperasi. Selain sebagai kewajiban organisasi, RAT menjadi momentum evaluasi kinerja koperasi selama satu tahun serta forum untuk menyusun rencana dan program kerja ke depan agar koperasi dapat tumbuh lebih baik dan berkelanjutan.
Ahmad Bagiawan menjelaskan, koperasi modern harus dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pilar kelembagaan, pilar usaha, dan pilar keuangan.
Pada pilar kelembagaan, koperasi diharapkan telah memiliki daftar anggota berbasis elektronik, rekrutmen anggota secara digital, manajemen profesional, serta mampu melaksanakan RAT secara daring sesuai regulasi yang berlaku.
Sementara pada pilar usaha, koperasi dituntut memiliki orientasi bisnis yang jelas dari hulu hingga hilir, menjalin kemitraan terbuka dengan berbagai pihak, memberikan pelayanan anggota secara digital, memiliki website resmi, serta bersifat inklusif terhadap pengembangan usaha anggota.
Adapun pada pilar keuangan, Ahmad Bagiawan menekankan pentingnya penerapan standar akuntansi yang transparan dan akuntabel, serta penyusunan laporan keuangan yang telah berbasis digital guna meningkatkan kepercayaan anggota dan mitra.
Lebih lanjut, Ahmad Bagiawan memaparkan perkembangan koperasi di Kalimantan Selatan. Hingga Januari 2025, jumlah koperasi tercatat sebanyak 3.088 unit dan meningkat menjadi 4.924 koperasi pada Februari 2026, seiring terbentuknya koperasi desa dan kelurahan Merah Putih sebanyak 2.013 koperasi.
Dari jumlah tersebut, koperasi binaan provinsi tercatat sebanyak 227 koperasi, dengan 191 koperasi aktif dan 36 koperasi tidak aktif.
Menurutnya, koperasi modern adalah koperasi yang mampu menerapkan tata kelola yang baik atau good cooperative governance (GCG), memiliki daya saing, serta adaptif terhadap perubahan. Oleh karena itu, inovasi dan digitalisasi menjadi keharusan yang tidak dapat dihindari.
Ahmad Bagiawan berharap, melalui berbagai program dan inovasi yang dilakukan, Koperasi Jasa TKBM Samudera Nusantara dapat semakin maju, memperkuat peranannya sebagai mitra pemerintah, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat dalam mendorong perekonomian daerah. MC Kalsel/Fuz









