Gubernur Kalsel Apresiasi Rukyatul Hilal, Penetapan Idulfitri Tunggu Sidang Isbat

- Kontributor

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, menyampaikan apresiasi Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, terhadap pelaksanaan kegiatan pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal bulan Syawal 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Banjarmasin, Kamis (19/3/2026) sore.

Menurut Tambrin, Gubernur Kalsel memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut serta menunggu hasil resmi penetapan dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur menunggu berita terakhir dan sangat mendukung kegiatan ini. Beliau juga akan mengikuti arahan pemerintah pusat serta direncanakan hadir dalam pelaksanaan Salat Idulfitri bersama masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan rukyatul hilal ini dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Kalsel melalui Bidang Urusan Agama Islam (Urais) sebagai bagian dari proses penentuan awal bulan Hijriah, khususnya dalam menetapkan Hari Raya Idulfitri melalui mekanisme sidang isbat.

Tambrin menegaskan bahwa hisab dan rukyat merupakan dua metode penting yang saling melengkapi dalam menentukan awal bulan Hijriah. Hasil dari pemantauan di daerah akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pusat.

“Sidang isbat dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nazruddin Umar, dan dihadiri Ketua MUI, Komisi VIII DPR RI, pimpinan organisasi Islam, serta para pakar astronomi,” jelasnya.

Namun demikian, hasil pemantauan hilal di Kalimantan Selatan pada hari tersebut belum membuahkan hasil akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

“Karena kondisi hujan dan kabut, hilal tidak dapat terlihat. Hal ini juga diperkirakan terjadi di sejumlah titik pemantauan di berbagai provinsi,” ungkap Tambrin.

Ia menambahkan, kendati hasil rukyat di daerah belum terlihat, keputusan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui sidang isbat.

“Kita tunggu hasil sidang isbat dari Jakarta. Itu yang akan menjadi keputusan bersama dalam menentukan awal Syawal,” tegasnya.

Terkait lokasi pemantauan, Tambrin menyebutkan bahwa kegiatan rukyatul hilal di Kalsel saat ini difokuskan di satu titik di Banjarmasin dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran.

“Untuk sementara kita laksanakan di satu lokasi saja karena keterbatasan dan efisiensi anggaran,” tutupnya. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Museum Lambung Mangkurat Jadi Referensi Penelitian Tim Gemologi Internasional
Pameran “Kuda Cahaya” Hajriansyah Hidupkan Spirit Seni Rupa Kalsel
Masuk Lima Besar Nasional, Gubernur Muhidin Terima Penghargaan Kinerja Tinggi pada Hari Otda 2026
Diskop UKM Kalsel Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih hingga Penguatan Infrastruktur
Bappeda Kalsel Dorong TJSLP Jadi “Mesin Kedua” Pembangunan Daerah
Matangkan Revisi Perda TJSLP, Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha
Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Dislautkan Kalsel Perkuat Kapasitas dan Ketahanan Ekonomi
Disdik Kalsel Tegaskan Acara Perpisahan Sekolah Digelar Sederhana dan Tanpa Pungutan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:08 WITA

Museum Lambung Mangkurat Jadi Referensi Penelitian Tim Gemologi Internasional

Senin, 27 April 2026 - 18:05 WITA

Pameran “Kuda Cahaya” Hajriansyah Hidupkan Spirit Seni Rupa Kalsel

Senin, 27 April 2026 - 17:32 WITA

Masuk Lima Besar Nasional, Gubernur Muhidin Terima Penghargaan Kinerja Tinggi pada Hari Otda 2026

Senin, 27 April 2026 - 13:15 WITA

Bappeda Kalsel Dorong TJSLP Jadi “Mesin Kedua” Pembangunan Daerah

Senin, 27 April 2026 - 13:11 WITA

Matangkan Revisi Perda TJSLP, Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Berita Terbaru