








Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel resmi menutup Pelatihan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) bagi ASN di lingkungan Pemprov Kalsel. Kegiatan penutupan dilaksanakan di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalsel, Jumat (17/4/2026).
Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah melalui Sekretaris BPSDMD Provinsi Kalsel, Rina Astuti, menegaskan bahwa pelatihan SPIP merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang berkualitas.
“Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi merupakan investasi pengetahuan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berintegritas,” ujarnya.
Menurutnya, pengendalian internal tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah agar setiap program berjalan efektif, efisien, dan bebas dari penyimpangan.
“Saya berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan saja, tetapi dapat diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari. Keberhasilan SPIP harus terlihat dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Sarah Hidayani, menyampaikan bahwa seluruh peserta pelatihan dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
“Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber yang berasal dari BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Inspektorat Provinsi Kalimantan Selatan, serta praktisi yang kompeten di bidangnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan hasil pelatihan dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.
“Sesuai arahan Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh untuk mendorong terciptanya good governance di lingkungan kerja masing-masing,” lanjutnya.
Adapun laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Inti Jabatan Administrasi, Ratih Puspasari.
“Berdasarkan hasil evaluasi akhir, peserta yang lulus dengan kualifikasi memuaskan sebanyak 3 orang dan sangat memuaskan sebanyak 27 orang, dengan penilaian yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan,” ungkapnya.
Selain itu, panitia juga memberikan apresiasi kepada enam peserta terbaik yang dinilai aktif dan berprestasi selama pelatihan, yaitu Fatahudin (Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel – SMA 1 Kusan Hilir), Zahidi Maulani (Dinas Sosial Provinsi Kalsel), Andi Irawan (BPSDMD Provinsi Kalsel), Josua Bijaksana (PPRSAR Mulia Satria Dinas Sosial Provinsi Kalsel), Muhammad Zainal (UPT BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel), dan Faisal Ramadan (Balai Pelatihan Kesehatan/Bapelkes Provinsi Kalsel).
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para ASN mampu menjadi agen perubahan dalam memperkuat sistem pengendalian intern di unit kerja masing-masing, sehingga mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












