
Kontestasi menuju kursi Ketua KONI Kalimantan Selatan 2026 praktis berjalan tanpa persaingan. Hingga penutupan pendaftaran, hanya satu nama yang muncul dan lolos seluruh tahapan, yakni Hasnuryadi Sulaiman.
Situasi ini menempatkan CEO Barito Putera tersebut sebagai kandidat tunggal yang siap ditetapkan dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalsel. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) memastikan, tidak ada kendala administratif dalam proses pencalonannya.
Ketua TPP, Abdul Haris Makie, menyebut seluruh dokumen yang diajukan telah melalui proses verifikasi ketat. Rapat pleno yang digelar pada 24 April lalu menjadi penentu, dengan hasil akhir menyatakan berkas Hasnuryadi lengkap dan sah.
“Seluruh persyaratan administratif sudah dipenuhi, tidak ada kekurangan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Kondisi calon tunggal ini sebenarnya terjadi setelah masa pendaftaran sempat diperpanjang untuk membuka peluang kandidat lain. Namun hingga batas akhir, hanya Hasnuryadi yang mengembalikan formulir pendaftaran.
Dengan demikian, jalur menuju kepemimpinan KONI Kalsel terbuka lebar. Meski begitu, TPP menegaskan bahwa penetapan resmi tetap berada di tangan forum Musorprov, bukan keputusan sepihak tim.
Di luar aspek administratif, kekuatan dukungan menjadi faktor yang tak kalah menentukan. Hasnuryadi diketahui telah mengantongi dukungan mayoritas, yakni dari 13 KONI kabupaten/kota dan 51 cabang olahraga angka yang jauh melampaui syarat minimal pencalonan.
Dominasi dukungan ini mencerminkan konsolidasi yang relatif solid di tubuh olahraga Kalsel. Minimnya kompetitor juga dinilai sebagai sinyal kuat adanya kesepahaman arah kepemimpinan ke depan.
TPP berharap, proses yang berjalan tanpa dinamika persaingan ini tetap mampu menghasilkan kepemimpinan yang efektif dan membawa dampak nyata bagi pembinaan atlet di daerah.
“Harapannya tentu KONI Kalsel semakin solid dan prestasi olahraga terus meningkat,” tutup Haris. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












