BPBD Kalsel Perkuat Sinergi Relawan Hadapi Ancaman Banjir dan Karhutla

- Kontributor

Rabu, 29 April 2026 - 09:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, secara resmi membuka kegiatan Desk Relawan Penanggulangan Bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di Kampung Putra Buluh, Kabupaten Banjar, Selasa (28/4/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kalimantan Selatan.

Ronny menegaskan bahwa Kalimantan Selatan masih menghadapi ancaman serius, terutama banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengingatkan kembali pengalaman banjir besar tahun 2021 serta potensi kejadian serupa pada periode 2025/2026.

Selain itu, berdasarkan informasi dari BMKG, fenomena El Nino berpotensi memperpanjang musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko karhutla di wilayah tersebut.

“Risiko bencana di daerah kita adalah ancaman nyata yang membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan. Dua potensi utama yang harus kita tanggulangi bersama adalah banjir dan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan Desk Relawan tidak sekadar seremoni, melainkan memiliki tiga agenda utama, yakni memperkuat silaturahmi dan konsolidasi antar lembaga relawan, meningkatkan pemahaman terhadap SOP peringatan dini, serta melakukan pendataan profil sumber daya manusia dan peralatan kebencanaan. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi saat terjadi bencana.

Lebih lanjut, Ronny menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana. Ia menyebut bahwa kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bukanlah biaya, melainkan investasi jangka panjang. Secara global, setiap satu rupiah yang diinvestasikan dalam mitigasi dapat menghemat hingga empat sampai tujuh rupiah dalam biaya penanganan darurat dan pemulihan.

“Kita harus melihat kesiapsiagaan sebagai investasi. Dengan memperkuat relawan dan sistem peringatan dini, kita tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga menyelamatkan nyawa dan harta benda masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini juga mengusung tema nasional HKB 2026, yakni “Siap Untuk Selamat” dengan subtema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”. Melalui kegiatan ini, BPBD Kalsel mengajak seluruh pemangku kepentingan dan relawan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana di daerah. MC Kalsel/Fuz

Berita Terkait

Gubernur Kalsel Soroti Rangkaian Kegiatan Produktif pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2026
Gubernur Kalsel Dorong Kolaborasi Tiga Pilar pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2026
Pelatihan Sembelih Halal di Kalsel, Perkuat Kompetensi Juru Sembelih Sesuai Syariat
Anjungan Kalsel Raih Terbaik I TMII Award 2026 pada HUT ke-51 TMII
Gulat Junior Kalsel Sabet 4 Medali pada Kejuaraan Pelajar DKI Jakarta 
Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan, RSGM GHA Gelar Sosialisasi di 28 Puskesmas Banjarmasin
Pra POPNAS 2026 Resmi Dibatalkan Kemenpora, Dispora Kalsel Pastikan Pembinaan Atlet Pelajar Tetap Jalan Lewat POPDA
Lomba Bertutur 2026 Jadi Upaya Dispersip Kalsel Tingkatkan Literasi Generasi Muda

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:51 WITA

Gubernur Kalsel Soroti Rangkaian Kegiatan Produktif pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:49 WITA

Gubernur Kalsel Dorong Kolaborasi Tiga Pilar pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:25 WITA

Pelatihan Sembelih Halal di Kalsel, Perkuat Kompetensi Juru Sembelih Sesuai Syariat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:37 WITA

Anjungan Kalsel Raih Terbaik I TMII Award 2026 pada HUT ke-51 TMII

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:51 WITA

Gulat Junior Kalsel Sabet 4 Medali pada Kejuaraan Pelajar DKI Jakarta 

Berita Terbaru