


Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan In House Training Cyber Security Government di Banjarbaru, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang keamanan siber, khususnya bagi pengelola sistem elektronik di lingkungan pemerintahan.
Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para admin dan operator sistem elektronik, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Pemanfaatan sistem elektronik dalam pelayanan publik saat ini sudah sangat luas dan berbasis teknologi informasi. Oleh karena itu, perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan SDM, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ancaman keamanan informasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diharapkan dapat memberikan pemahaman teknis yang mendalam, terutama dalam merespons berbagai potensi ancaman siber maupun anomali sistem.
“Harapannya, kita dapat lebih cepat melakukan pencegahan. Pencegahan menjadi prioritas utama, namun apabila terjadi insiden, maka penanganannya juga bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” tambahnya.
Selain itu, Diskominfo Kalsel juga terus mendorong penyederhanaan dan integrasi aplikasi layanan publik. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terbebani dengan banyaknya aplikasi yang terpisah.
“Kita ingin aplikasi yang ada bisa terintegrasi dengan baik, sehingga lebih mudah dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa harus membuat banyak aplikasi baru,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN, Danang Jaya, menekankan pentingnya kesadaran keamanan siber bagi seluruh pengguna teknologi informasi di pemerintahan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kita fokus pada implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kini, penguatan keamanan menjadi hal yang tidak kalah penting agar sistem yang dibangun tetap terlindungi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel serta perwakilan Diskominfo dari 13 kabupaten/kota.
“Hari ini peserta terdiri dari agen siber SKPD dan tim teknis dari kabupaten/kota. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM, termasuk melalui simulasi langsung penanganan insiden siber,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui simulasi tersebut, peserta diharapkan mampu melakukan penanganan awal jika terjadi serangan siber di instansi masing-masing sebelum dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah provinsi maupun BSSN.
“Kegiatan ini akan terus berkelanjutan, tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan BSSN,” tuturnya.
Pelatihan ini turut menghadirkan narasumber dari Pusat Pengembangan SDM BSSN, Kussanti, yang memberikan materi teknis terkait penanganan dan mitigasi insiden keamanan siber.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan siber daerah guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital yang aman, efektif, dan terpercaya. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












