


Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Sosial terus memperkuat pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui peningkatan kapasitas pengelola Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – New Generation (SIKS-NG).
Kegiatan yang diikuti para operator, verifikator, dan pengelola data sosial dari Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan data sosial yang dimiliki pemerintah semakin akurat, valid, dan tepat sasaran guna mendukung program kesejahteraan sosial masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M Farhanie mengatakan, penguatan DTSEN menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan sosial yang efektif dan tepat sasaran.
“Dalam budaya urang Banjar ada ungkapan ‘gawi sabumi, saraba kawa’, yang bermakna pekerjaan seberat apa pun akan dapat diselesaikan apabila dilakukan bersama-sama. Semangat kebersamaan itu yang menjadi dasar dalam memperkuat DTSEN melalui aplikasi SIKS-NG,” ujar Farhanie, Banjarmasin, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, DTSEN bukan sekadar kumpulan data administratif, melainkan fondasi utama dalam memastikan program kesejahteraan sosial benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Ketepatan data berarti ketepatan kebijakan. Ketepatan kebijakan berarti hadirnya negara secara nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Farhanie menegaskan, peran operator dan verifikator data sangat strategis karena menjadi ujung tombak dalam proses penginputan serta validasi data sosial di lapangan.
“Melalui ketelitian, integritas, dan tanggung jawab para pengelola data inilah kualitas DTSEN akan ditentukan,” ungkap Farhanie.
Ia juga menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan data sosial saat ini semakin kompleks seiring tingginya mobilitas masyarakat dan berkembangnya tuntutan integrasi digital. Karena itu, seluruh pengelola data dituntut lebih adaptif dan kolaboratif.
Melalui kegiatan tersebut, Dinsos Kalsel berharap peserta mampu memahami mekanisme penginputan dan verifikasi data secara seragam, meningkatkan kompetensi teknis pengelolaan SIKS-NG, memperkuat koordinasi lintas daerah, serta menumbuhkan komitmen bersama dalam menjaga validitas data sosial.
Farhanie menambahkan, Pemprov Kalsel akan terus mendukung penguatan tata kelola data sosial melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, dan sinergi lintas sektor.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga menjadikan forum ini sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman dari lapangan,” tuturnya.
Dengan semangat gotong royong dan kerja bersama, Dinsos Kalsel optimistis kualitas DTSEN akan semakin baik dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












