


Tim sepak bola pelajar Kota Banjarmasin berhasil keluar sebagai juara cabang olahraga sepak bola pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalimantan Selatan 2026 setelah menundukkan Banjarbaru dengan skor tipis 1-0 di partai final, Minggu (24/5/2026).
Laga puncak yang berlangsung di Green Yakin Mini Soccer Field, Kabupaten Banjar, berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan agresif, namun Banjarmasin mampu memanfaatkan peluang lebih efektif melalui gol M Fathan Noor pada menit ke-21.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta hingga pertandingan berakhir dan memastikan Banjarmasin meraih medali emas. Sementara Banjarbaru harus puas finis sebagai runner up dengan raihan medali perak.
Sementara itu, medali perunggu berhasil diamankan Kabupaten Tanah Laut usai menaklukkan Tapin dengan skor 3-0 pada laga perebutan tempat ketiga. Dirga dan Nabil menjadi bintang kemenangan Tala setelah mencetak gol pada menit ke-15 dan 40, sedangkan satu gol tambahan lahir lewat eksekusi penalti Muhammad Farid Najwan pada menit ke-33.
Pelatih Banjarmasin, Ana Supratna, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu menjaga fokus sepanjang pertandingan meski mendapat tekanan dari lawan.
Menurutnya, Banjarbaru tampil dominan dalam beberapa momen pertandingan, namun disiplin lini pertahanan serta kemampuan memanfaatkan celah menjadi kunci kemenangan timnya.
“Kami bermain disiplin dan pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik. Kesempatan yang ada berhasil dimaksimalkan menjadi gol kemenangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, turut mengapresiasi seluruh tim peserta yang dinilai menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Seluruh pertandingan berjalan lancar tanpa adanya protes besar dari peserta, sehingga mencerminkan kedewasaan para atlet maupun ofisial dalam berkompetisi,” katanya
Pebriadin juga meminta para atlet terus meningkatkan kemampuan karena ajang Popda menjadi salah satu wadah penting pembinaan sepak bola usia pelajar di Kalimantan Selatan.
Di sisi lain, Sekretaris PSSI Kalsel yang juga referee assessor Popda, Baktiansyah, menilai kualitas sepak bola pelajar antar kabupaten/kota kini semakin merata. Ketatnya persaingan hingga laga final disebut menjadi bukti perkembangan pembinaan di daerah terus mengalami peningkatan.
Ia menilai Banjarmasin, Banjarbaru, dan Tanah Laut kini menjadi kekuatan utama sepak bola pelajar di Kalimantan Selatan. Meski demikian, daerah lain juga mulai menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
“Persaingan sekarang semakin ketat dan kualitas antartim tidak jauh berbeda. Ini menjadi modal bagus untuk pembinaan pemain muda menuju level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Baktiansyah optimistis para pemain muda yang tampil di Popda 2026 memiliki potensi bersaing di tingkat nasional apabila terus mendapat pembinaan yang konsisten. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












