Disdikbud Kalsel Perluas Pendidikan Inklusi, 334 SMA dan SMK Siap Layani Siswa Berkebutuhan Khusus

- Kontributor

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meningkatkan dan memperluas penyelenggaraan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus di jenjang SMA dan SMK.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, mengatakan pengembangan pendidikan inklusi merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan di bidang pendidikan sekaligus sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dalam memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, program pendidikan inklusi di Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang positif. Saat ini terdapat 334 SMA dan SMK yang telah ditetapkan sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, terdiri atas 207 SMA dan 127 SMK.

“Pada tahun 2025 terdapat 334 SMA dan SMK yang telah ditetapkan sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, terdiri dari 207 SMA dan 127 SMK,” ujar Abdul Rahim di Banjarbaru, Rabu (17/6/2026).

Selain itu, Disdikbud Kalsel mencatat sebanyak 304 peserta didik berkebutuhan khusus di jenjang SMK telah terlayani dalam sistem pendidikan. Capaian tersebut menjadi indikator semakin terbukanya akses pendidikan bagi seluruh anak di Kalimantan Selatan tanpa memandang kondisi fisik maupun kemampuan mereka.

Menurut Abdul Rahim, kebijakan pendidikan inklusi merupakan implementasi dari visi Gubernur Kalimantan Selatan melalui tagline “Bekerja Bersama, Merangkul Semua”, yang menekankan pentingnya menghadirkan layanan publik yang inklusif dan tanpa diskriminasi.

“Sesuai dengan visi Gubernur Kalimantan Selatan melalui tagline ‘Bekerja Bersama, Merangkul Semua’, semangat tersebut sangat relevan dengan pendidikan inklusi. Kami meyakini bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi,” katanya.

Untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut, Disdikbud Kalsel memfokuskan kebijakan pada tiga aspek utama, yakni perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu layanan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan.

Sejumlah program yang dijalankan meliputi pengembangan sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, pemutakhiran data peserta didik berkebutuhan khusus, hingga pelatihan dan pendampingan bagi guru agar mampu memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Selain itu, penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi siswa berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.

Abdul Rahim menambahkan, berbagai upaya yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menghasilkan sejumlah capaian penting, seperti semakin luasnya jaringan sekolah inklusi, penguatan sistem pendataan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta terbangunnya kolaborasi antara sekolah reguler dan Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai pusat sumber layanan pendidikan inklusi.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap pendidikan inklusi tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi perkembangan potensi anak-anak berkebutuhan khusus. Pemerintah juga menargetkan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas layanan pendidikan yang berkualitas dan setara. MC Kalsel/Jml

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan
BKPRMI Kalsel Perkuat Silaturahmi Lewat Fun Gowes di Milad ke-49
Banjarmasin Juara Umum Kejurprov Anggar Kalsel, Borong 15 Medali Emas
DPPPAKB Kalsel Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Video Pendek Perlindungan Perempuan dan Anak
Gubernur Kalsel Resmi Buka Banua Competition 2026, Dorong Generasi Muda Miliki Mental Kompetitif dan Berdaya Saing
Lepas Kontingen Peksiminas, Gubernur Kalsel Pesan Kontingen Harumkan Nama dan Marwah Banua
DPKP Kalsel Dorong Kabupaten/Kota Jemput Bola Tingkatkan Registrasi PSAT PDUK
BI Kalsel: Gerakan Pangan Murah Jadi Langkah Konkret Stabilkan Harga

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 12:04 WITA

100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Jumat, 4 September 2026 - 11:52 WITA

BKPRMI Kalsel Perkuat Silaturahmi Lewat Fun Gowes di Milad ke-49

Kamis, 3 September 2026 - 23:50 WITA

Banjarmasin Juara Umum Kejurprov Anggar Kalsel, Borong 15 Medali Emas

Kamis, 3 September 2026 - 17:31 WITA

DPPPAKB Kalsel Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Video Pendek Perlindungan Perempuan dan Anak

Kamis, 3 September 2026 - 11:00 WITA

Gubernur Kalsel Resmi Buka Banua Competition 2026, Dorong Generasi Muda Miliki Mental Kompetitif dan Berdaya Saing

Berita Terbaru

Adv Kotabaru

Pemkab Kotabaru Buka Rakor Karhutla dan Bencana Kekeringan

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:13 WITA

Adv Kotabaru

Rakor TIMPORA Kotabaru Dorong Pengawasan Orang Asing Lintas Sektor

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:11 WITA