Akademisi dan Seniman Dorong Pelestarian Topeng Banjar Lewat Karya dan Riset

- Kontributor

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Topeng Banjar merupakan salah satu warisan budaya klasik yang disakralkan oleh masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di wilayah Barikin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Namun, sifatnya yang sakral dan terbatas hanya pada lingkungan tertentu menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan serta regenerasi kesenian tradisional tersebut di masa mendatang.

Kekhawatiran itu mendorong seniman tari Kalimantan Selatan, Lupi Anderiani, untuk menciptakan karya baru berupa Tari Topeng Srikandi. Karya tersebut dikembangkan di luar pakem klasik Topeng Panji yang selama ini disakralkan masyarakat adat, dengan mengadaptasi tokoh Srikandi dari kisah Mahabharata.

Menurut Lupi, Topeng Banjar klasik yang berkembang di Barikin memiliki aturan adat yang ketat. Pewarisannya hanya dilakukan kepada keturunan tertentu dan pertunjukannya umumnya digelar dalam rangkaian upacara adat, ritual tolak bala, maupun pengobatan tradisional.

“Topeng Banjar di Barikin memiliki pakem Panji yang sangat disakralkan oleh masyarakat setempat. Regenerasinya cukup rumit karena hanya diturunkan kepada zuriat atau keturunan. Selain itu, pertunjukannya juga terbatas pada kegiatan adat dan ritual tertentu,” ujarnya dalam Sarasehan Tari Topeng Srikandi di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Sabtu (20/6/2026).

Kondisi tersebut memunculkan kegelisahan dalam dirinya mengenai masa depan Topeng Banjar apabila tidak ada upaya pengenalan yang lebih luas kepada masyarakat.

Ia menilai, apabila kesenian tersebut hanya dipentaskan dalam ruang-ruang adat yang terbatas, maka keberadaannya berisiko semakin kurang dikenal dan berpotensi mengalami kepunahan. Berangkat dari kegelisahan itu, Lupi kemudian mengembangkan topeng garapan baru dengan mengambil tokoh Srikandi dari pakem Mahabharata.

Menurutnya, dalam tradisi Mahabharata terdapat ruang kreativitas yang lebih terbuka melalui konsep “pancar”, yakni pengembangan cerita tanpa mengubah tokoh utama yang sudah ada.

Sebelum melahirkan karya tersebut, Lupi mengaku melakukan riset dan pendekatan kepada sejumlah tokoh adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi yang berlaku. Ia juga memperoleh restu dari almarhum Dalang Dimansyah, salah satu maestro dalang Banjar sekaligus tokoh adat keturunan pewaris tradisi.

“Pertama kami melakukan pendekatan kepada tokoh adat dan meminta pendapat apakah memungkinkan membuat topeng baru di luar pakem Panji. Salah satu yang memberikan izin adalah almarhum Dalang Dimansyah,” kenangnya.

Dalam proses penciptaannya, Lupi mengungkapkan bahwa visualisasi tokoh Srikandi dalam bentuk Topeng Banjar belum pernah ada sebelumnya. Karena itu, ia menggunakan tokoh Srikandi dalam Wayang Kulit Banjar sebagai referensi utama dalam merancang bentuk wajah topeng.

Meski demikian, ia menilai karya tersebut masih dalam tahap penyempurnaan dan tetap terbuka terhadap berbagai masukan dari para dalang maupun pelaku seni lainnya.

Melalui kehadiran Topeng Srikandi, Lupi berharap Topeng Banjar dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang tanpa mengurangi nilai kesakralan Topeng Panji yang tetap dijaga oleh masyarakat adat.

“Tujuan kami bukan mengubah atau mencederai tradisi yang ada, tetapi mencari ruang agar Topeng Banjar tetap hidup, dikenal, dan berkembang di tengah masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Setia Budhi, menilai pelestarian Topeng Banjar juga memerlukan keterlibatan aktif kalangan akademisi melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penerbitan literatur ilmiah.

Menurutnya, dokumentasi yang lebih banyak akan membantu menjadikan Topeng Banjar tidak hanya sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai objek kajian ilmu pengetahuan.

“Dari sisi akademisi, perlu diperbanyak penelitian, dokumentasi, dan pengabdian masyarakat agar Topeng Banjar tidak hanya dikenal sebagai bagian dari panggung pertunjukan, tetapi juga dapat dipelajari sebagai ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya lokal yang sangat potensial untuk diteliti. Oleh karena itu, mahasiswa maupun dosen didorong untuk melakukan riset yang lebih mendalam mengenai Topeng Banjar.

Selain penelitian, Setia Budhi juga menekankan pentingnya penerbitan buku-buku referensi tentang Topeng Banjar. Menurutnya, hingga saat ini literatur yang secara khusus membahas Topeng Banjar masih sangat terbatas.

Keberadaan buku dan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan akademik yang otentik sekaligus menjadi basis data bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang mendukung pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan. MC Kalsel/Jml

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Berita Terbaru