Jemput Bola Anak Putus Sekolah, Pemprov Kalsel Perkuat Pendidikan Kesetaraan

- Kontributor

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel menegaskan komitmennya untuk memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang terus didorong adalah optimalisasi program pendidikan kesetaraan melalui Paket A, Paket B, dan Paket C, yang juga menjadi bagian dari realisasi janji kampanye Gubernur Kalimantan Selatan.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, mengatakan bahwa Gubernur Kalimantan Selatan memiliki komitmen kuat untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh hak dasar pendidikan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan karena berbagai faktor, seperti keterbatasan ekonomi, jarak sekolah yang jauh, hingga tuntutan untuk bekerja membantu orang tua.

“Bapak Gubernur memiliki komitmen kuat agar tidak ada warga Kalimantan Selatan yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan,” ujar Abdul Rahim di Banjarbaru, Selasa (23/6/2026).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemprov Kalsel akan menerapkan strategi jemput bola dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang putus sekolah maupun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

Abdul Rahim menjelaskan, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dicapai oleh pemerintah provinsi semata, melainkan membutuhkan sinergi berjenjang mulai dari pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat. Kolaborasi tersebut juga penting dalam upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).

“Masih terdapat anak-anak dan masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan karena berbagai faktor. Karena itu, kami akan melakukan jemput bola dengan bekerja sama bersama kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan,” katanya.

Ia menegaskan, program Paket A, Paket B, dan Paket C bukan sekadar jalur alternatif untuk memperoleh penyetaraan ijazah. Program tersebut merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), menekan angka anak tidak sekolah (ATS), serta memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Program Paket A, Paket B, dan Paket C menjadi bagian penting dalam membuka kembali akses pendidikan bagi masyarakat. Program ini bukan sekadar penyetaraan ijazah, tetapi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas SDM, menekan angka anak tidak sekolah, dan memperluas kesempatan masyarakat memperoleh masa depan yang lebih layak,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, Pemprov Kalsel sebelumnya telah menyalurkan dana hibah Bantuan Kependidikan (Bapintar) senilai Rp500 juta kepada 13 pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di Banua mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Secara teknis, pelaksanaan pendidikan kesetaraan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota melalui satuan pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Sementara itu, Pemprov Kalsel berperan dalam memberikan dukungan melalui koordinasi, sinkronisasi kebijakan, penguatan data pendidikan, serta mendorong kolaborasi lintas sektor agar layanan pendidikan kesetaraan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Abdul Rahim mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan program ini bukan hanya penyediaan akses pendidikan, tetapi juga membangun kembali motivasi dan kepercayaan diri masyarakat untuk kembali belajar setelah putus sekolah.

“Tantangan terbesar bukan hanya persoalan akses, tetapi bagaimana membangun kembali motivasi dan kepercayaan diri anak-anak untuk kembali belajar. Yang terpenting bukan hanya menemukan sasaran, tetapi memastikan mereka kembali memperoleh layanan pendidikan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui pendekatan yang humanis, penguatan pendataan anak tidak sekolah, serta sosialisasi yang masif, Pemprov Kalsel berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM sekaligus mewujudkan pemerataan akses pendidikan di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Jml

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Berita Terbaru