Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen, Kanwil DJPb Optimistis Momentum Berlanjut

- Kontributor

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi dan fiskal Kalimantan Selatan hingga Mei 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif. Momentum pertumbuhan yang telah tercipta pada Triwulan I 2026 mampu dipertahankan di tengah dinamika perekonomian nasional.

Catur mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,67 persen (year on year). Dari sisi fiskal, realisasi Belanja Negara hingga 31 Mei 2026 telah mencapai Rp11,92 triliun atau 39,79 persen dari pagu anggaran. Penyaluran terbesar masih berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) yang telah mencapai Rp8,33 triliun.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan APBN di Kalimantan Selatan terus berjalan dengan baik. Penyaluran belanja negara yang semakin efektif diharapkan mampu menjaga aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat pembangunan di daerah,” ujar Catur, Banjarmasin, Selasa (30/6/2026).

Ia juga menjelaskan, konsolidasi kinerja APBD di Kalimantan Selatan hingga Mei 2026 mencatatkan surplus sebesar Rp984,86 miliar. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ruang fiskal daerah masih cukup sehat untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Di sektor perdagangan luar negeri, Catur menyebut neraca perdagangan Kalimantan Selatan pada Mei 2026 kembali mencatatkan surplus sebesar 922,44 juta dolar Amerika Serikat. Surplus tersebut tumbuh 6,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat 14,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kinerja ekspor masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Nilai ekspor mencapai 1,108 miliar dolar Amerika Serikat atau meningkat 7,7 persen secara tahunan, terutama didorong meningkatnya volume ekspor batubara yang masih memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap total ekspor Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, nilai impor juga meningkat menjadi 186,12 juta dolar Amerika Serikat atau naik 16,1 persen secara tahunan, terutama dipengaruhi kenaikan impor minyak petroleum.

Dari sisi harga, inflasi Kalimantan Selatan pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,22 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,08 persen. Secara bulanan, inflasi mencapai 0,20 persen.

Catur menjelaskan, inflasi tahunan terutama dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan, beras, minyak goreng, ikan nila, dan sigaret kretek mesin. Sementara secara bulanan, kenaikan harga didorong oleh beras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, ikan patin, serta emas perhiasan.

Meski demikian, tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, ikan gabus, ikan nila, dan udang basah.

Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi melalui berbagai program. Hingga Mei 2026 telah dilaksanakan 355 kali operasi pasar dan gerakan pasar murah, serta penyaluran beras SPHP sebanyak 5,47 ribu ton.

Selain itu, berbagai langkah strategis juga terus dilakukan, di antaranya panen raya jagung serentak di Kabupaten Tanah Laut, program cetak sawah seluas 30 ribu hektare, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kotabaru, serta pelaksanaan High Level Meeting TPID Kota Banjarbaru sebagai persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional dan menuju Kota Penghitung Inflasi pada 2028.

“Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan semakin meningkat,” tutup Catur. MC Kalsel/Rns

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Berita Terbaru