Penyaluran KUR Kalimantan Selatan Tembus Rp2,22 Triliun, DJPb Perkuat Pengawasan untuk Dorong UMKM

- Kontributor

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kalimantan Selatan hingga 31 Mei 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp2,22 triliun atau 43,04 persen dari target sebesar Rp5,15 triliun, yang telah dimanfaatkan oleh 30.845 debitur.

Dari total tersebut, penyaluran KUR konvensional mendominasi dengan nilai Rp2,13 triliun atau 95,99 persen, sementara KUR syariah mencapai Rp88,87 miliar atau 4,01 persen.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo menyebutkan secara nasional, Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-17 dalam realisasi penyaluran KUR dan berada di posisi kedua se-Pulau Kalimantan.

“Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai Rp776,12 miliar atau 35,01 persen yang disalurkan kepada 13.497 debitur. Berdasarkan skema, KUR Mikro mendominasi dengan penyaluran sebesar Rp1,43 triliun atau 64,46 persen kepada 27.794 debitur,” kata Catur, Banjarmasin, Selasa (30/6/2026).

Secara wilayah, Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan penyaluran KUR tertinggi sebesar Rp385,85 miliar kepada 4.351 debitur. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp293,99 miliar kepada 2.906 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp227,89 miliar kepada 3.666 debitur.

Dari sisi lembaga penyalur, BRI menjadi penyalur terbesar dengan nilai Rp1,48 triliun kepada 26.652 debitur. Selanjutnya Bank Mandiri menyalurkan Rp232,75 miliar kepada 1.876 debitur dan BNI sebesar Rp210,83 miliar kepada 660 debitur.

Selain KUR, Catur mengatakan bahwa pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalimantan Selatan juga terus berjalan sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro. Hingga akhir Mei 2026, realisasi pembiayaan UMi mencapai Rp23,49 miliar kepada 4.364 debitur, terdiri atas pembiayaan konvensional sebesar Rp3,70 miliar dan syariah sebesar Rp19,80 miliar.

“Secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-28 dari 34 provinsi dalam realisasi penyaluran UMi, sedangkan di tingkat regional menempati posisi ketiga se-Kalimantan,” ucapnya.

Kota Banjarmasin kembali menjadi wilayah dengan penyaluran UMi terbesar sebesar Rp4,76 miliar kepada 814 debitur, disusul Kabupaten Banjar sebesar Rp2,96 miliar kepada 548 debitur dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar Rp2,53 miliar kepada 447 debitur.

Sektor perdagangan mendominasi penerima pembiayaan UMi dengan porsi 98,25 persen. Berdasarkan skema penyaluran, pembiayaan kelompok menjadi yang terbesar dengan nilai Rp19,80 miliar. Sementara itu, PNM menjadi penyalur UMi terbesar dengan realisasi Rp19,80 miliar kepada 3.638 debitur.

Catur menyebutkan bahwa capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses pembiayaan pemerintah kepada pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

“Penyaluran KUR dan pembiayaan UMi merupakan instrumen penting untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Kami akan terus memastikan agar pembiayaan ini tersalurkan secara tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

dirinya juga menambahkan, Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat fungsi pengawasan melalui monitoring dan evaluasi berkala bersama seluruh mitra penyalur.

“Kolaborasi dengan seluruh mitra penyalur akan terus kami tingkatkan agar keberhasilan penyaluran di daerah yang sudah tinggi, seperti Kota Banjarmasin, dapat direplikasi dan diperluas ke seluruh kabupaten/kota. Dengan demikian, distribusi pembiayaan kepada UMKM menjadi lebih merata, akuntabel, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. MC Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Berita Terbaru