Pemprov Kalsel Optimalkan Lumbung Pangan untuk Jaga Ketersediaan Beras di Daerah

- Kontributor

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel terus memperkuat sistem Cadangan Pangan Masyarakat (CPM) dengan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pengelolaan lumbung pangan masyarakat yang tersebar di berbagai daerah.

Kegiatan yang diikuti petugas teknis kabupaten/kota dan kelompok tani pengelola lumbung pangan tersebut bertujuan memastikan kondisi stok cadangan pangan tetap tersedia, berkualitas, serta dikelola sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Maulidinsyah Sarasakti, mengatakan saat ini terdapat 181 lumbung pangan masyarakat yang tersebar di Kalimantan Selatan. Sebanyak 54 lumbung di 12 kabupaten/kota menjadi lokasi penyimpanan gabah titipan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai Cadangan Pangan Masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini adalah melihat kondisi stok cadangan pangan di masyarakat hingga posisi terakhir. Kami juga meminta laporan dari para pengelola terkait peremajaan stok, berapa yang sudah dikeluarkan, kemudian berapa yang sudah diganti kembali, sehingga cadangan pangan tetap bergulir,” ujarnya.

Menurut Maulidinsyah, berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan cadangan pangan di lumbung masyarakat masih sangat mencukupi, bahkan melebihi jumlah minimal yang harus tersedia. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan cadangan pangan masyarakat berjalan dengan baik.

Meski demikian, ia menegaskan stok pangan tidak boleh disimpan terlalu lama. Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan secara rutin mendorong pelaksanaan peremajaan stok agar kualitas gabah tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan mutu.

“Peremajaan dilakukan secara berkala. Stok yang lebih dulu disimpan harus dikeluarkan terlebih dahulu, kemudian diganti dengan stok baru. Tujuannya agar kualitas cadangan pangan tetap baik dan tidak rusak selama penyimpanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelompok tani pengelola diperbolehkan menjual stok lama sebagai bagian dari mekanisme perputaran cadangan pangan. Namun, jumlah yang dikeluarkan wajib diganti dengan jumlah yang sama sehingga kapasitas cadangan tetap terpelihara.

“Misalnya ada 500 kilogram yang dikeluarkan, maka harus diganti lagi sebanyak 500 kilogram. Dengan begitu stok tetap tersedia, tetapi selalu dalam kondisi baru,” katanya.

Menurutnya, keberadaan lumbung pangan masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Selain menjadi cadangan saat terjadi gejolak pasokan, lumbung pangan juga menjadi sumber bantuan pangan tercepat ketika masyarakat terdampak bencana alam maupun kondisi darurat lainnya.

“Lumbung pangan masyarakat merupakan garda terdepan dalam penanganan kerawanan pangan. Ketika terjadi bencana atau masyarakat mengalami kesulitan memperoleh pangan, cadangan yang ada di lumbung inilah yang pertama kali dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru