Pemprov Kalsel Apresiasi Simposium Bangunan Berkelanjutan untuk Wilayah Lahan Basah

- Kontributor

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, mengapresiasi penyelenggaraan simposium yang mengangkat hasil riset mengenai sustainable buildings atau bangunan berkelanjutan untuk wilayah lahan basah di Kalimantan Selatan.

Menurut Tantri, simposium yang diselenggarakan oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama sejumlah mitra tersebut menghadirkan berbagai hasil penelitian yang relevan dengan kondisi geografis Kalimantan Selatan, khususnya karakteristik wilayah lahan basah serta tantangan perubahan iklim.

“Berbagai riset yang dipaparkan memberikan gambaran bagaimana teknologi dapat menghadirkan hunian yang nyaman, aman secara struktur, serta tetap sesuai dengan kondisi geografis Kalimantan Selatan dengan biaya yang lebih terjangkau,” ujarnya, Banjarmasin, Selasa (7/7/2026).

Ia berharap, hasil penelitian tersebut tidak hanya menjadi kajian akademis, tetapi juga dapat diimplementasikan untuk mendukung penyediaan rumah layak huni, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Tantri menegaskan, Pemprov Kalsel selalu mendorong setiap kebijakan pembangunan didasarkan pada hasil riset dan kajian ilmiah. Menurutnya, kebutuhan penyediaan rumah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama.

“Saat ini melalui RPJMD, pemerintah berupaya menyelesaikan kawasan kumuh sekaligus meningkatkan penyediaan rumah layak huni. Hasil penelitian seperti ini akan kami pelajari untuk melihat kemungkinan dukungan pemerintah dalam penerapannya,” katanya.

Lebih lanjut, Tantri turut menyoroti pentingnya penerapan teknologi yang tepat dalam pembangunan di kawasan lahan basah agar tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Ia menjelaskan, pembangunan di wilayah lahan basah memerlukan rekayasa konstruksi yang sesuai sehingga tetap aman sekaligus menjaga fungsi lingkungan. Oleh karena itu, hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan dalam simposium akan menjadi bahan kajian bagi pemerintah daerah.

Selain itu, Tantri menekankan bahwa selain inovasi teknologi, penegakan aturan (law enforcement) juga menjadi faktor penting dalam pengelolaan kawasan lahan basah.

“Pemerintah harus tegas dalam menentukan kawasan yang dapat maupun tidak dapat dibangun demi menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. MC Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Berita Terbaru