BRIDA Kalsel Dorong Penguatan Peran Kebun Raya Banua untuk Geopark Meratus

- Kontributor

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan mengusulkan penguatan peran Kebun Raya Banua sebagai pusat interpretasi sekaligus miniatur Geopark Meratus dalam penyusunan Rencana Induk (Master Plan) Pengembangan Geopark Meratus UNESCO Global Geopark (UGGp).

Usulan tersebut disampaikan Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, saat memberikan masukan pada kegiatan Ekspose Rencana Induk Pengembangan Geopark Meratus yang digelar di Ruang Syahrir, Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (8/7/2026).

Dalam paparannya, Thaufik menjelaskan bahwa BRIDA telah memperoleh sejumlah tugas yang tertuang dalam rancangan rencana induk, khususnya yang berkaitan dengan inventarisasi, identifikasi, dan dokumentasi artefak serta peninggalan kehidupan masa lampau di kawasan Geopark Meratus.

Beberapa program yang menjadi tanggung jawab BRIDA di antaranya kajian Situs Arkeologi Pulau Sirang di Kabupaten Banjar serta kajian Gua Liang Bangkai di Kabupaten Tanah Bumbu.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 BRIDA memprioritaskan pelaksanaan uji kronologis terhadap lukisan prasejarah di Gua Liang Bangkai guna mengetahui usia artefak yang terdapat di dalam gua tersebut. Proses kajian dilakukan bersama para ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan rencana pengujian laboratorium dilaksanakan di Australia.

Selain itu, BRIDA juga menyiapkan kajian inventarisasi, identifikasi, dan dokumentasi keragaman motif sasirangan di Kampung Tradisional Sasirangan Kota Banjarmasin, serta penelitian potensi tumbuhan penghasil pewarna alami sasirangan di Desa Balangan, Kabupaten Banjar.

Namun demikian, Thaufik menilai kontribusi BRIDA dalam dokumen rencana induk masih didominasi aspek penelitian. Padahal, menurutnya, masih terdapat potensi strategis lain yang dapat dioptimalkan, terutama melalui pengembangan Kebun Raya Banua.

“Kami siap mendukung pengembangan Geopark Meratus melalui tiga pilar utama UNESCO Global Geopark, yaitu konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Peran BRIDA tidak hanya sebatas riset, tetapi juga dapat diperkuat melalui fungsi Kebun Raya Banua sebagai pusat pembelajaran dan interpretasi Geopark Meratus,” ujarnya.

Menurut Thaufik, Kebun Raya Banua memiliki potensi besar untuk menjadi pintu masuk Geopark Meratus atau miniatur geopark yang memperkenalkan kekayaan kawasan Meratus kepada masyarakat sebelum mengunjungi situs-situs geologi, hayati, maupun budaya secara langsung.

Ia menjelaskan, Kebun Raya Banua dapat dikembangkan sebagai pusat konservasi flora Meratus melalui koleksi tumbuhan endemik Kalimantan, pengembangan bank plasma nutfah daerah, hingga konservasi ex-situ bagi spesies langka.

Selain itu, kawasan tersebut juga dinilai mampu berfungsi sebagai pusat penelitian biodiversitas melalui inventarisasi flora Meratus, kajian vegetasi dan ekologi tumbuhan, serta penelitian tanaman obat dan tumbuhan khas Pegunungan Meratus.

Pada aspek edukasi, Kebun Raya Banua dapat mendukung penyelenggaraan eduwisata, interpretasi alam, sekolah lapang konservasi, hingga peningkatan literasi lingkungan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tidak hanya itu, Kebun Raya Banua juga dinilai berpotensi menjadi pusat restorasi ekosistem melalui penyediaan bibit tumbuhan lokal, rehabilitasi kawasan, dan pemulihan habitat di wilayah Geopark Meratus.

Di bidang pariwisata, pengembangan scientific tourism seperti Botanical Garden Tour, geobotany trail, serta wisata edukasi berbasis riset dan konservasi juga dinilai dapat memperkuat daya tarik Geopark Meratus sebagai destinasi pendidikan dan penelitian.

“Kebun Raya Banua dapat menjadi pusat interpretasi biodiversitas Meratus sekaligus mendukung penelitian nasional maupun internasional. Ini juga dapat menjadi lokasi pembelajaran bagi peneliti, mahasiswa, pelajar, hingga wisatawan. Jadi, masyarakat yang belum memiliki kesempatan mengunjungi kawasan Geopark Meratus secara langsung tetap dapat memperoleh gambaran utuh mengenai kekayaan kawasan tersebut melalui Kebun Raya Banua,” pungkasnya.

Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan Rencana Induk Pengembangan Geopark Meratus sehingga mampu mengakomodasi peran seluruh perangkat daerah secara optimal dalam mendukung penguatan status Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark, sekaligus memperkuat implementasi tiga pilar utama UNESCO, yakni konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda
Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting
Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Stand Kalsel Expo Hampir Rampung, Antusiasme UMKM Tembus Kapasitas Tenda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Dinkes Kalsel Perkuat Pelayanan Kesehatan Keluarga, Fokus Tekan Kematian Ibu-Bayi dan Stunting

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Berita Terbaru