Pemprov Kalsel Jajaki Pemanfaatan Aset Bank Indonesia untuk Hidupkan Kembali Industri Intan Martapura

- Kontributor

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melakukan audiensi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan guna membahas pemanfaatan aset milik Bank Indonesia di Kabupaten Banjar yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penggosokan intan.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi di UPT Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Provinsi Kalimantan Selatan atau Laboratorium Sertifikasi Batu Mulia terkait pengembangan batu mulia sebagai salah satu sektor pendukung pariwisata daerah.

Rombongan Pemprov Kalsel dipimpin jajaran Tenaga Ahli Gubernur, yakni Nor Rif’at, Tasriq Usman, Ibnu Sina, Arifin Noor, Agus Dyan Nur, Gt. Yanuar Noor Rifai, dan M. Amin.

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, BPKAD Provinsi Kalsel, UPTD BPSMB Provinsi Kalsel, serta Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalsel.

Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, M. Amin, mengatakan audiensi tersebut bertujuan mengoordinasikan kemungkinan pemanfaatan aset Bank Indonesia yang sudah cukup lama tidak digunakan.

Menurutnya, bangunan tersebut memiliki nilai strategis karena masih terdapat berbagai peralatan penggosokan dan pemotongan intan yang berkualitas tinggi, bahkan sebagian merupakan peralatan yang didatangkan langsung dari Belanda.

“Karena sekarang sudah ada Balai Pengujian Batu Mulia, kami ingin aset itu bisa dimanfaatkan kembali, apakah melalui mekanisme hibah ataupun pinjam pakai. Di bangunan itu masih ada peralatan untuk cutting dan penggosokan intan yang mungkin tidak ada di tempat lain. Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan mendapat respons, namun kami tetap menghormati kebijakan Bank Indonesia terkait pengelolaan asetnya,” ujar M. Amin, Banjarmasin, Kamis (16/7/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan masih menunggu keputusan dari Bank Indonesia karena kewenangan terkait pemanfaatan aset berada pada pihak pemilik.

Sementara itu, Kepala Divisi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Mukti Rigowo, menyampaikan bahwa Bank Indonesia menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membangkitkan kembali industri intan sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

Menurutnya, Bank Indonesia mendukung upaya tersebut sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Namun, keputusan mengenai pemanfaatan aset berada di tingkat Bank Indonesia Pusat.

“Dari Pemprov disampaikan rencana untuk mengaktifkan kembali kegiatan penggosokan intan di lahan milik Bank Indonesia. Kami di Bank Indonesia Kalimantan Selatan akan meneruskan usulan tersebut ke Bank Indonesia Pusat karena kewenangan pengambilan keputusan berada di sana,” ujarnya.

Pemanfaatan aset tersebut direncanakan sejalan dengan pembangunan Gedung Galeri Batu Mulia Provinsi Kalimantan Selatan yang akan menjadi pusat promosi, edukasi, pameran, dan pemasaran batu mulia. Lokasi galeri direncanakan berdampingan dengan aset Bank Indonesia yang dahulu difungsikan sebagai tempat penggosokan intan di Kabupaten Banjar.

Melalui sinergi tersebut, Pemprov Kalsel berharap potensi batu mulia dan industri intan dapat kembali berkembang sebagai komoditas unggulan daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat UMKM, serta meningkatkan daya tarik sektor pariwisata di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya
Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur
Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien
Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH
Pilkades 2026 di Tiga Kabupaten Kalsel Berjalan Lancar, 84 Desa Ikuti Pemilihan
BUMDesa Produktif Dapat Bantuan, Dari Combine Harvester hingga Alat Pascapanen
BUMDesa Meranti Jaya Tanah Bumbu Terbaik se-Kalsel 2026, Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman, Dorong Pelajar Kenali Sejarah dan Budaya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Anjangsana Hari Jadi ke-76, Pemprov Kalsel Sambangi Keluarga Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan BBM dan LPG Bersubsidi, Satgas Diintegrasikan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Raih Juara II Nasional Presentasi Poster Ilmiah Mutu dan Keselamatan Pasien

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH

Berita Terbaru

Daerah

Kalsel Perkuat Sinergi Tangani Backlog dan RTLH

Selasa, 11 Agu 2026 - 14:28 WITA