



Staf Ahli Menteri Kehutanan RI, Bidang Hubungan Antar Lembaga, selaku Ketua Tim Pendampingan Daerah Satgas Supervisi Pengendalian Kebakaran Hutan Tahun 2026 di Provinsi Kalimantan Selatan, Fahrizal Fitri, melakukan kunjungan kerja ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (27/7/2026), untuk meninjau kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau tahun 2026.
Pada kunjungan tersebut, Fahrizal menjelaskan bahwa pihaknya melakukan supervisi terhadap kesiapan pemerintah daerah beserta unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kehutanan yang berada di Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh unsur telah siap menghadapi ancaman karhutla.
“Kami melakukan supervisi terhadap kesiapan pemerintah daerah, termasuk juga UPT-UPT dari Kementerian Kehutanan dalam rangka menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan di tahun 2026 ini,” ujar Fahrizal.
Berdasarkan hasil peninjauan, ia menilai kesiapsiagaan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan berjalan dengan baik. Sinergi antarlembaga dinilai menjadi modal penting dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
“Alhamdulillah kami melihat kesiapsiagaannya cukup maksimal dan kerja sama antarpemangku kepentingan juga cukup bagus,” katanya.
Fahrizal berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan, terutama dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur H. Muhidin. Menurutnya, komitmen bersama menjadi kunci untuk menekan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Kita berharap dengan dukungan dan komitmen para pihak serta didukung oleh Kepala Daerah, Gubernur Kalimantan Selatan, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Selatan dapat terus dikendalikan,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah karhutla.
Menurutnya, menjaga hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan hidup.
“Mari kita jaga alam. Semoga Bumi Lambung Mangkurat tetap menjadi bumi yang aman, hijau, dan langitnya biru,” tutup Fahrizal. MC Kalsel/Fuz












