Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mendorong pengelolaan kawasan hutan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, baik melalui penanaman pohon produktif maupun optimalisasi potensi perdagangan karbon.
Dalam kegiatan Rimba Mart serta tukar sampah menjadi sembako yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhidin menyampaikan bahwa kawasan hutan di Kalimantan Selatan yang mencapai sekitar 1,6 juta hektare memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia meminta Dinas Kehutanan memperbanyak penanaman pohon yang menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, seperti durian, mangga, manggis, langsat, kasturi, dan tanaman produktif lainnya, terutama di kawasan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain itu, Gubernur menegaskan akan mengevaluasi izin pengelolaan karbon yang telah diberikan kepada sejumlah pihak. Apabila hingga kini belum menunjukkan realisasi yang jelas, izin tersebut akan dicabut dan dipertimbangkan untuk dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi.
Menurutnya, pengelolaan karbon oleh pemerintah daerah akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi Kalimantan Selatan apabila mampu memenuhi ketentuan dan standar perdagangan karbon.
“Kalau belum ada realisasinya, akan saya evaluasi dan bisa dicabut. Lebih baik dikelola oleh pemerintah provinsi sehingga manfaatnya kembali untuk daerah dan masyarakat,” tegas H. Muhidin.
Gubernur berharap pengelolaan hutan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan, pemanfaatan tanaman produktif, dan perdagangan karbon dapat menjadi salah satu sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Rns












