




Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan turut memeriahkan Kalsel Expo 2026 dengan menghadirkan sejumlah produk mitra binaan dan pelaku usaha daerah. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM Kalsel agar semakin siap memperluas pasar, termasuk menembus pasar ekspor.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mengatakan stand Dinas Perdagangan menggandeng sejumlah mitra binaan, khususnya pelaku UMKM dan pedagang yang selama ini mendapatkan pembinaan.
“Dinas Perdagangan menggandeng mitra binaan kami, pelaku usaha, pedagang-pedagang UMKM. Ada sasirangan, ada kopi, dan beberapa pelaku usaha yang kami bina untuk belajar ekspor,” ujar Ahmad Bagiawan di Banjarbaru, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga mempersiapkan pelaku usaha agar mampu memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.
Beberapa produk makanan ringan yang dibina Dinas Perdagangan bahkan telah berhasil menembus pasar internasional, khususnya negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
“Ada beberapa makanan ringan yang sudah diekspor ke negara tetangga, ke Malaysia dan ke Thailand. Jadi sudah sukses melakukan ekspor,” jelasnya.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM Kalimantan Selatan memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional apabila didukung peningkatan kualitas, kesiapan produksi, serta jaringan pemasaran yang memadai.
Ahmad menambahkan, selain produk UMKM, Kalimantan Selatan juga memiliki sejumlah komoditas unggulan yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas perdagangan ekspor daerah.
Salah satu komoditas ekspor utama Kalsel adalah batu bara. Selain itu, terdapat sejumlah komoditas lainnya seperti karet, crude palm oil (CPO), minyak, kayu, rotan, serta produk perikanan dan hasil alam lainnya.
“Komoditas ekspor kita ada beberapa. Yang paling diutamakan adalah batu bara. Kemudian ada karet, CPO, minyak, kayu, rotan, dan juga ikan haruan serta sarang walet,” ungkapnya.
Menurut Gia sapaan akrabnya, keberadaan stand Dinas Perdagangan pada Kalsel Expo 2026 diharapkan dapat menjadi ruang promosi sekaligus edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha mengenai potensi perdagangan Kalsel.
Pihaknya juga terus mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memahami berbagai persyaratan dan proses yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor.
“Yang penting bagi pelaku usaha adalah terus meningkatkan kualitas produk dan membangun jaringan. Karena untuk ekspor, produk siap saja tidak cukup, tetapi juga harus didukung jaringan dan kesiapan pasar,” katanya.
Melalui Kalsel Expo 2026, Dinas Perdagangan Kalsel berharap semakin banyak produk lokal yang berkembang dan naik kelas, sehingga mampu memperluas pasar dari tingkat daerah menuju nasional dan internasional.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sektor perdagangan dan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian Kalimantan Selatan. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












