Dorong Inaga Jadi Agen Budaya Berbasis Komunitas, Disdikbud Kalsel Bawa Era Baru Kebudayaan Kalsel

- Kontributor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mulai menggeser pola pengelolaan kebudayaan dari yang sebelumnya berorientasi pada kegiatan atau event, menjadi pembangunan ekosistem budaya yang lebih inklusif dan berbasis komunitas. Ini sebagai salah satu betuk komitmen Disdikbud Kalsel untuk pemajuan kebudayaan di Kalimantan Selatan menuju arah baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Edy Suwarto, mengatakan, perubahan strategi tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap kinerja pemajuan kebudayaan di daerah, termasuk melihat capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kalimantan Selatan yang masih berada di bawah angka nasional.

Dimana paradigma ini mencakup sejumlah pendekatan, bukan sekadar event menuju ekosistem, dari pola eksklusif menjadi inklusif berbasis komunitas, serta dari pelestarian semata menuju pemberdayaan ekonomi budaya yang diharapkan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

“Ini adalah era baru tata kelola kebudayaan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kami akan hadir secara grassroot, menguatkan dari akar rumput, karena ekosistem kebudayaan itu tumbuh dari komunitas,” ujar Edy pada kegiatan silaturahmi dan penyusunan program Ikatan Nanang Galuh (Inaga) se-Kalimantan Selatan, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Jumat (14/8/2026) sore.

Menurutnya, Inaga Kalsel menjadi salah satu komunitas strategis yang dapat dilibatkan dalam arah baru tersebut. Selama ini, keberadaan Nanang Galuh lebih banyak diposisikan sebagai objek kegiatan kebudayaan. Ke depan, mereka diharapkan menjadi mitra pemerintah sekaligus agen budaya yang aktif dalam pemajuan kebudayaan di daerah.

Edy menilai posisi Inaga cukup strategis karena para anggotanya tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Kondisi ini menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan program kebudayaan hingga ke tingkat komunitas.

“Kalau selama ini mereka sebagai objek, ke depan mereka menjadi rekan Disdikbud dalam pemajuan kebudayaan. Mereka strategis dan terpilih sebagai agen budaya,” katanya.

Lebih lanjut Edy menambahkan, tidak hanya di ruang komunitas, agen budaya juga nantinya diharapkan berperan dalam penguatan kebudayaan di lingkungan pendidikan, termasuk keterlibatan dalam pengembangan muatan lokal di sekolah.

Ia menilai, langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebudayaan lebih dekat dengan generasi muda, sekaligus memastikan nilai, tradisi, seni, dan identitas budaya Banua tidak hanya dipertahankan, tetapi terus berkembang sesuai tantangan zaman.

Dengan tuntutan peran yang semakin besar, Disdikbud Kalsel juga menyiapkan pola kerja yang lebih terukur melalui perjanjian kinerja bersama Inaga di Kalimantan Selatan. Dengan demikian, peran para agen budaya tidak sekadar simbolis, tetapi memiliki kontribusi nyata dalam mendukung agenda pemajuan kebudayaan daerah.

Ke depan, kolaborasi Disdikbud, Inaga, komunitas budaya, pelaku seni, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu membangun ekosistem kebudayaan Kalsel yang lebih kuat, inklusif, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Banua.

“Selama ini sangat eksklusif, ke depan kita pastikan inklusif dan berbasis komunitas. Anggaran kita arahkan agar langsung berdampak kepada pelaku dan ekosistem budaya,” pungkasnya. MC Kalsel/Jml

Berita Terkait

Sisa Dua Hari, Disdag Ajak Masyarakat Ramaikan Kalsel Expo 2026
Dinas Perdagangan Kalsel Siapkan Penataan Baru Kawasan Expo agar Lebih Terintegrasi
Lomba Masak SKPD Kalsel Perkuat Sinergitas Antar-Perangkat Daerah
Nasi Goreng Panen Merdeka Angkat Cita Rasa Pertanian dan Khas Banjar
Nasi Goreng Acai Muslim, Sajian Jadul Berbahan Lokal Meriahkan Hari Jadi Kalsel
Kalsel Expo 2026 Catat Transaksi Truk Tambang Senilai Rp1,7 Miliar
Disdag Kalsel Bawa Sejumlah Pelaku Usaha Binaan ke Kalsel Expo 2026
Pemprov Kalsel Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Al-Habib Idrus bin Muhammad Bagir Al-Attas

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:24 WITA

Sisa Dua Hari, Disdag Ajak Masyarakat Ramaikan Kalsel Expo 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:22 WITA

Dinas Perdagangan Kalsel Siapkan Penataan Baru Kawasan Expo agar Lebih Terintegrasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:20 WITA

Lomba Masak SKPD Kalsel Perkuat Sinergitas Antar-Perangkat Daerah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Nasi Goreng Panen Merdeka Angkat Cita Rasa Pertanian dan Khas Banjar

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:16 WITA

Nasi Goreng Acai Muslim, Sajian Jadul Berbahan Lokal Meriahkan Hari Jadi Kalsel

Berita Terbaru