Pesawat OMC Standby di Syamsudin Noor, Tunggu Awan Bisa Disemai

- Kontributor

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan masih menunggu kondisi awan yang memenuhi persyaratan untuk dilakukan penyemaian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel memastikan seluruh dukungan operasional tetap disiagakan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan OMC sebelumnya telah dilakukan selama tujuh hari pada 15–21 Juli 2026. Operasi tersebut dihentikan setelah ketersediaan awan potensial untuk disemai mulai menipis.

“OMC sempat dilaksanakan selama tujuh hari, dari tanggal 15 Juli sampai dengan 21 Juli. Namun, karena kondisi awan hujan yang bisa disemai mulai menipis, OMC dihentikan tanggal 21 Juli,” ujar Ronny di Banjarbaru, Jumat (21/8/2026).

Meski operasi telah dihentikan sementara, kebutuhan operasional untuk melaksanakan OMC masih disiapkan. Pesawat yang digunakan dalam kegiatan tersebut telah berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor bersama bahan-bahan semai.

Ronny menyebutkan, perlengkapan OMC mulai didatangkan dari Jakarta pada 13 Juli 2026. Sejak saat itu, seluruh kebutuhan operasi disiapkan untuk mendukung pelaksanaan sesuai kondisi cuaca.

“Pesawat serta bahan-bahan OMC sudah standby di Bandara Syamsudin Noor,” jelasnya.

Menurut Ronny, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada hasil pemantauan BMKG. Awan yang menjadi target penyemaian harus memenuhi kondisi tertentu agar operasi dapat dilakukan secara efektif.

Hingga Jumat (21/8/2026), pemantauan radar BMKG masih terus dilakukan untuk mencari peluang pelaksanaan OMC. Jika terdapat awan potensial, BPBD bersama tim terkait dapat segera mengaktifkan kembali operasi.

“Begitu kawan-kawan BMKG menemukan sebaran awan yang bisa disemai, pesawat langsung bergerak beserta bahan-bahannya,” tegas Ronny.

Kesiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan karhutla di tengah kondisi cuaca yang panas. OMC diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.

BPBD Kalsel menegaskan pelaksanaan OMC tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan menunggu rekomendasi dan kondisi teknis yang sesuai dari BMKG. Karena itu, pemantauan cuaca dan koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk menentukan waktu operasi berikutnya. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Berita Terkait

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari
59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional
Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik
BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru
Menatap Indonesia Emas dari Sudut Banjarbaru: Ketika Keluarga Menjadi Jantung Pembangunan Kota
Bupati Kotabaru Tinjau Langsung Pelaksanaan Pilkades Serentak di TPS Desa Megasari
100 Lebih Atlet Disabilitas Kalsel Adu Prestasi di Kejurprov Para Atletik dan Panahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Pipa Transmisi Air Baku Banjarbakula Bocor, Perbaikan Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:20 WITA

59 Pelatih dan Wasit Juri Disertifikasi, IPSI Kalsel Bidik Pembinaan Pencak Silat Berstandar Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Kepala BSSN Soroti Lonjakan Ancaman Siber, Kesiapan TTIS Jadi Kunci Perlindungan Layanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:24 WITA

BSSN Kukuhkan 59 TTIS, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:07 WITA

Kemendukbangga Bersama Mitra Kerja Gencar Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Banjarbaru

Berita Terbaru