
Sebanyak 60 atlet muda ambil bagian dalam Kejuaraan Sambo Wali Kota Cup 2026 yang digelar di Banjarmasin, Jumat (21/8/2026) sore.
Kejuaraan yang berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026) ini menjadi momentum pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet sambo sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar. Kejuaraan ini juga digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Ketua Panitia Kejuaraan Sambo Wali Kota Cup 2026, Muhammad Riki Fajar, mengatakan kompetisi tersebut secara khusus diarahkan bagi atlet pemula dan kelompok umur.
Sebanyak 60 peserta berusia 6 hingga 15 tahun mengikuti kejuaraan internal Kota Banjarmasin tersebut. Menurut Riki, ajang ini menjadi wadah untuk menemukan generasi muda yang berpotensi dikembangkan menjadi atlet junior.
“Pertandingan ini lebih mengarah ke kategori pemula dan kelompok umur. Kita mencari generasi dan bibit-bibit muda yang nantinya menjadi bakal calon atlet yang naik ke tingkat junior,” kata Riki yang juga menjabat Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kalimantan Selatan.
Ia menilai pembinaan sejak usia dini sangat penting dalam olahraga bela diri. Dengan latihan yang dilakukan secara berjenjang, atlet diharapkan memiliki kemampuan dan kematangan teknik ketika memasuki level yang lebih tinggi.
“Sangat penting dari usia dini, sehingga latihan itu dimulai dari awal. Pada saat nanti sudah besar, mereka sudah cukup mahir dan bisa kita ikutsertakan dalam berbagai pertandingan di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.
Pemko Banjarmasin juga terus menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan olahraga melalui program pelatihan dan pengembangan atlet bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarmasin.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas pembinaan cabang olahraga sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Banjarmasin di tingkat daerah, nasional hingga internasional.
Untuk memperkuat pembibitan secara berkelanjutan, Pengcab Persambi Banjarmasin juga berencana memperluas pengenalan olahraga sambo ke lingkungan sekolah. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang sambo menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan.
“Harapan kami kompetisi ini tidak hanya dilaksanakan saat momen hari jadi saja, tetapi bisa rutin dan kontinu. Setelah ajang ini, kami akan bersosialisasi ke sekolah-sekolah agar sambo semakin familiar dan bisa menjadi kegiatan ekstrakurikuler serta olahraga andalan,” tutur Riki.
Kejuaraan Sambo Wali Kota Cup 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi menjadi langkah awal membangun ekosistem pembinaan sambo yang berkelanjutan di Kota Banjarmasin. MC Kalsel/tgh












