

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan resmi membuka kegiatan “Ruang Ekspresi Budaya Bersama Guru Seni Tahun 2026” yang berlangsung di SMKN 2 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Acara yang berlangsung pada 12-13 Februari 2026 ini dihadiri oleh 39 peserta yang merupakan guru seni jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Pembukaan acara berlangsung meriah dengan penampilan tari dari Sanggar Air Amuntai. Dalam sambutannya, Kepala Disdikbud Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Narindra melalui Kepala Seksi Kesenian, Sunjaya Adhiarso, menekankan peran vital guru seni sebagai garda terdepan pelestari tradisi banua.
”Guru seni tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai penjaga nilai, pewaris tradisi, sekaligus penggerak kreativitas budaya di tengah masyarakat,” ujar Sunjaya, Sabtu (14/2/2026).
Ia menambahkan, bahwa melalui dedikasi para guru seni, warisan budaya Kalimantan Selatan dapat tetap relevan dengan perkembangan zaman. Pemerintah Provinsi pun berkomitmen untuk terus menyediakan wadah apresiasi guna meningkatkan kompetensi para pendidik tersebut.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Ketua Komisi II DPRD Kabupaten HSU, Hendra Royadi, Kanwil Kemenkumham Kalsel, Alvioneda Rennar Putri, perwakilan Universitas PGRI Kalimantan, Suwarjiyo, dan Sarif Radana dari Sanggar Air Amuntai.
Turut hadir pula Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten HST, Rahmah serta Wakil Kepala Sekolah Akademik SMKN 2 Amuntai. Sunjaya berharap agar pertemuan ini menghasilkan ide-ide segar yang inklusif, terutama dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal yang ramah bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
”Jadikan ruang ekspresi budaya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang bertumbuh bersama,” tegasnya.
Acara ini diharapkan mampu memperkuat jejaring antar guru seni lintas jenjang dan wilayah demi keberlanjutan budaya lokal di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Jml









