Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan memastikan pembinaan atlet Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOBDA) yang bersekolah di SMA Negeri 2 Banjarmasin tetap menjadi prioritas.
Dispora juga berkomitmen mencari solusi terbaik demi menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus prestasi olahraga para atlet.
Lima atlet SPOBDA Kalsel yang bersekolah di SMA Negeri 2 Banjarmasin dan mengikuti program Kelas Khusus Olahraga (KKO) tersebut yakni Muhammad Nabiel Ramadhan (angkat besi), Achmad Ziedan (dayung), Alya Arasipa (dayung), Nabila Maharani (sambo), serta M. Aziz Arrasyidi (sambo).
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengatakan sejak awal pihaknya telah berupaya mencarikan solusi terbaik terkait persoalan yang dihadapi para atlet. Salah satu opsi yang sempat disiapkan adalah memindahkan mereka ke SMA Negeri 12 Banjarmasin.
“Fokus kami adalah pembinaan atlet. Dari awal kami sudah mencoba mencarikan solusi terbaik. Kalau memang harus dipindahkan, kami sudah mewacanakan untuk menggeser mereka ke SMA 12. Namun, pihak sekolah kemudian mengambil kebijakan yang mempertimbangkan konteks yang lebih besar, bukan hanya soal kurikulum, tetapi juga masa depan atlet-atlet kita,” ujar Pebriadin, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah menjaga kondisi mental para atlet, mengingat mereka akan segera menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk event di Palembang.
“Yang utama bagi kami adalah menjaga mental mereka. Sebentar lagi mereka menghadapi kejuaraan, tentu persoalan ini sempat menjadi pukulan. Tetapi mudah-mudahan dengan adanya dinamika baru ini justru menambah semangat mereka untuk berprestasi lebih baik lagi,” katanya.
Pebriadin bersyukur kondisi tersebut tidak memengaruhi performa para atlet di lapangan. Bahkan, salah satu atlet tetap mampu menunjukkan prestasi pada ajang Kejuaraan Nasional.
“Alhamdulillah, walaupun ada sedikit hal yang sempat mengganggu pikiran mereka, para pelatih dan ofisial mampu memberikan dorongan sehingga mental bertanding mereka tetap terjaga. Mereka juga yakin akan ada kebijakan terbaik dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet pelajar di Banua.
Ke depan, Dispora Kalsel bersama Dinas Pendidikan akan menyusun rancangan regulasi sebagai pedoman bagi sekolah-sekolah yang menjadi sentra pembinaan olahraga pelajar.
“Kami akan memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan agar bersama-sama merumuskan sebuah peraturan yang menjadi acuan, bukan hanya bagi SMA Negeri 2 Banjarmasin, tetapi juga sekolah-sekolah lain di kabupaten dan kota. Sentra pembinaan olahraga pelajar kita tersebar di sekitar 9 hingga 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk terus berbenah demi prestasi olahraga Banua dan masa depan atlet-atlet pelajar,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh











