







Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Selatan merilis Buku Data Agregat Kependudukan Semester II Tahun 2025 sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah berbasis data kependudukan yang akurat dan terintegrasi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Selatan, Dewi Fuziarti mengatakan, data agregat kependudukan ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan, pelayanan publik, hingga pengambilan kebijakan strategis di berbagai sektor.
“Data kependudukan bukan hanya angka statistik, tetapi menjadi fondasi dalam penyusunan program pembangunan daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan hingga pelayanan administrasi kependudukan,” ujar Dewi Fuziarti di Banjarbaru, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan data Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 4.355.278 jiwa, terdiri dari 2.201.483 laki-laki atau 50,55 persen dan 2.153.795 perempuan atau 49,45 persen.
Dewi menjelaskan, struktur penduduk Kalimantan Selatan saat ini masih didominasi usia muda dan produktif. Kelompok usia 8 hingga 23 tahun menjadi yang terbesar dengan persentase 28,32 persen, disusul usia 24 hingga 39 tahun sebesar 26,59 persen dan usia 40 hingga 55 tahun sebesar 22,55 persen.
“Kondisi ini menunjukkan Kalimantan Selatan memiliki bonus demografi yang besar. Apabila didukung peningkatan kualitas pendidikan dan lapangan kerja, maka akan menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah,” katanya.
Selain itu, data kependudukan juga menunjukkan mayoritas masyarakat Kalimantan Selatan beragama Islam dengan jumlah mencapai 4.225.658 jiwa atau sekitar 96,9 persen dari total populasi.
Pada sektor pendidikan, Dewi mengungkapkan masih terdapat tantangan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut terlihat dari jumlah penduduk yang masih didominasi kategori tidak atau belum sekolah sebanyak 1.116.724 jiwa serta tamat SD sederajat sebanyak 1.022.286 jiwa.
“Data ini menjadi perhatian bersama agar akses pendidikan terus ditingkatkan sehingga kualitas SDM di Kalimantan Selatan semakin baik dan mampu bersaing,” ungkapnya.
Sementara pada sektor ketenagakerjaan, sebanyak 57,9 persen penduduk atau sekitar 2.522.813 jiwa tercatat bekerja. Sedangkan 27,8 persen lainnya masih belum atau tidak bekerja.
Di bidang administrasi kependudukan, Disdukcapil Kalsel mencatat jumlah Kartu Keluarga yang terdaftar mencapai 1.487.348 kartu keluarga dengan tingkat pencetakan sebesar 99,35 persen atau sebanyak 1.477.669 KK telah tercetak.
“Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat,” jelas Dewi.
Lebih lanjut, data juga mencatat sebanyak 14.444 jiwa penyandang disabilitas telah terdata dalam sistem administrasi kependudukan. Menurut Dewi, data tersebut penting untuk mendukung penyusunan program layanan inklusif dan pemberdayaan masyarakat penyandang disabilitas.
Dewi menambahkan, seluruh data agregat kependudukan tersebut telah melalui proses pembersihan data setiap semester sesuai ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 95 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 53 Tahun 2019.
Ia berharap data agregat kependudukan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah, instansi vertikal, akademisi, hingga lembaga pengguna data lainnya dalam mendukung perencanaan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan.
“Dengan data kependudukan yang akurat, mutakhir dan terintegrasi, diharapkan seluruh program pembangunan dapat lebih tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif,” tutupnya. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id












