TANAH LAUT, RADARBANUA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, menggelar Fasilitasi Teknis program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Desa Kampung Baru, Kec. Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kamis siang (25/06/2026)
Selain diikuti ratusan peserta, kegiatan itu juga mendatangkan beberapa narasumber, yaitu Hj. Mariana, SAB., MM. Anggota DPR – RI Komis IX, Lasma Uli Lumbantoruan selaku Sekban BKKBN Provinsi Kalimatan Selatan, Nuraini, S.Sos selaku Penyuluh KB Ahli Madya Dinas P3AP2KB Kab. Tanah Laut.
Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, kegiatan diisi oleh para pemateri atau narasumber tentang program Bangga Kencana. Diantaranya, disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Hj. Mariana, SAB., MM.
Dalam sambutannya, Mariana apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terus berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan informasi dan praktik baik terkait pembangunan keluarga, karena keberhasilan program nasional akan sangat ditentukan oleh kesadaran dan partisipasi masyarakat di tingkat akar rumput. Pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan demografi menuju Indonesia Emas 2045.
“pembangunan keluarga harus menjadi pondasi utama dalam membangun bangsa, sebab keluarga yang sehat, berpendidikan, dan berdaya ekonomi akan melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan”. Jelasnya.
Sementara itu, Lasma Uli Lumbantoruan menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kinerja dan peran aktif tenaga lini lapangan sebagai ujung tombak pelaksana di masyarakat khususnya Kab. Tanah Laut.
pentingnya penguatan kapasitas, koordinasi, serta kolaborasi antar pihak, baik ditingkat provinsi, kabupaten, maupun desa, agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
“Kolaborasi strategis antara Kemendukbangga/BKKBN dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pemenuhan gizi nasional. BKKBN berfokus menyediakan basis data sasaran (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD) serta mengerahkan SDM lapangan (TPK, PKB/PLKB), sementara BGN menyusun panduan teknis standar gizi dan materi edukasi”. Jelasnya.
Sementara itu, Nuraini menambahkan data yang valid memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan dapat tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat. Berbagai strategi yang tengah dikembangkan oleh pemerintah daerah dalam memperkuat sistem informasi keluarga, termasuk optimalisasi pendataan keluarga sebagai instrumen utama dalam memantau perkembangan demografi dan kondisi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut.
“Bahwa Program ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, menurunkan angka kelahiran, serta membangun ketahanan, kesejahteraan, dan kualitas keluarga menuju SDM yang unggul. Target sasaran mencakup masyarakat secara langsung (seperti PUS, remaja, ibu hamil/menyusui, balita, lansia) maupun tidak langsung melalui tokoh masyarakat dan instansi”. Tambahnya.












