Hadapi Krisis Air Pemadaman Karhutla, Pemerintah Siapkan Sumur Bor hingga 50 Meter

- Kontributor

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan pembangunan sejumlah sumur bor dengan kedalaman mencapai 40 hingga 50 meter.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mengatakan, penyediaan sumber air menjadi kebutuhan penting dalam proses pemadaman karhutla, terutama untuk memastikan lahan yang telah berhasil dipadamkan tetap dalam kondisi basah.

“Sekarang semua bekerja keras, berkolaborasi masyarakat, pemerintah, pemerintah daerah, BNPB, kementerian dan lembaga, TNI, Polri. Memastikan supaya api itu mati. Setelah mati dipastikan harus tetap basah,” ujarnya, Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Menurut Jumhur, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa petugas kerap menghadapi kesulitan mendapatkan sumber air untuk mendukung proses pemadaman dan pembasahan lahan.

Karena itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk membangun sejumlah sumur bor sebagai sumber air alternatif di lokasi yang membutuhkan.

“Kita insya Allah akan membangun beberapa sumber bor ke bawah, mungkin sampai 40-50 meter ke bawah dan itu adalah sumber air. Kita sudah mengalokasikan anggaran untuk itu karena memang faktanya harus ada sumber bor,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pembasahan lahan setelah api berhasil dipadamkan juga menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Selain penguatan penanganan di lapangan, pemerintah juga melibatkan sektor kesehatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Jumhur menyebut Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan dan puskesmas turut bergerak memastikan masyarakat tidak mengalami dampak kesehatan yang serius akibat paparan asap.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat mitigasi agar luasan karhutla tahun ini tidak mendekati angka yang terjadi pada 2023.

Berdasarkan data yang disampaikan, luas lahan terbakar pada 2023 mencapai sekitar 190 ribu hektare, sedangkan data sementara 2026 berada di kisaran 8 ribu hektare.

“Kita berharap tidak sampai atau jauh dari angka itu. Artinya ada keberhasilan kerja-kerja mitigasi sebelum bencana,” pungkasnya. MC Kalsel/Rns

Berita Terkait

Diskominfo Kalsel Optimalkan Peran Media untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Wamenko Hanif : Penanganan Karhutla Kalsel Butuh Gerakan Bersama
Wamenko Hanif Ingatkan Ancaman Krisis Air, Riam Kanan Jadi Perhatian
Wamenko Hanif Targetkan Penanganan Karhutla Kalsel 100 Persen dan Operasional Penuh
Sashing Ceremony Resmi Digelar, 36 Finalis Putra-Putri Pariwisata Kalsel Didorong Tingkatkan Kapasitas Diri
Dinkes Kalsel dan FKIK ULM Susun Policy Brief Percepatan Penurunan Stunting Berbasis Bukti
Perusahaan di Kalsel Terdata Terkait Karhutla, Sanksi Disiapkan
Dispora Kalsel Prioritaskan Cabor Berprestasi, 66 Medali Diraih dari Kejurnas 2026

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:36 WITA

Diskominfo Kalsel Optimalkan Peran Media untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:32 WITA

Wamenko Hanif : Penanganan Karhutla Kalsel Butuh Gerakan Bersama

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:31 WITA

Wamenko Hanif Ingatkan Ancaman Krisis Air, Riam Kanan Jadi Perhatian

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:28 WITA

Wamenko Hanif Targetkan Penanganan Karhutla Kalsel 100 Persen dan Operasional Penuh

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:06 WITA

Sashing Ceremony Resmi Digelar, 36 Finalis Putra-Putri Pariwisata Kalsel Didorong Tingkatkan Kapasitas Diri

Berita Terbaru