TANAHBUMBU, RADARBANUA – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (23/1), guna memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman bencana, khususnya di wilayah pesisir Bumi Bersujud.
Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, I Wayan Sudarma, dan disambut jajaran pejabat BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Pertemuan ini difokuskan pada sinkronisasi data kebencanaan serta penguatan kapasitas penanganan bencana lintas wilayah.
I Wayan Sudarma menegaskan, koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi langkah vital untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana alam yang bersifat dinamis dan sulit diprediksi.
“Kunjungan kerja ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah. Fokus utama kami adalah mitigasi bencana guna menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah pesisir seperti Tanah Bumbu,” ujar I Wayan Sudarma.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi III DPRD Tanah Bumbu menyoroti tiga aspek utama yang menjadi pembahasan intensif, yakni:
1. Sinergi Strategis dan Pemetaan Risiko
Pertemuan ini menyelaraskan data kebencanaan antara pemerintah kabupaten dan provinsi terkait titik-titik rawan bencana di Tanah Bumbu. Fokus bahasan meliputi potensi banjir rob dan pasang surut akibat wilayah yang berbatasan langsung dengan laut, ancaman angin puting beliung saat masa transisi musim, serta risiko tanah longsor di kawasan perbukitan dan jalur transportasi utama.
2. Penguatan Kapasitas Logistik dan Peralatan
Komisi III memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, termasuk optimalisasi fungsi Early Warning System (EWS) agar sistem peringatan dini tsunami dan banjir terintegrasi penuh dengan BPBD Provinsi. Selain itu, turut dibahas kesiapan stok logistik di gudang daerah serta peluang dukungan anggaran melalui bantuan keuangan maupun hibah provinsi untuk kebutuhan darurat.
3. Penguatan Program Desa Tangguh Bencana (Destana)
Sebagai upaya jangka panjang, Komisi III mendorong penguatan Program Desa Tangguh Bencana (Destana). Melalui pendampingan BPBD Provinsi, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan evakuasi mandiri, memahami jalur evakuasi dan titik kumpul, serta mampu mengenali tanda-tanda alam sebagai langkah mitigasi awal sebelum bencana terjadi.
Komisi III DPRD Tanah Bumbu berharap, melalui koordinasi yang semakin solid, penanggulangan bencana ke depan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terukur, demi keselamatan masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di wilayah pesisir.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan dokumen secara simbolis dan foto bersama di depan Gedung BPBD Provinsi Kalimantan Selatan sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana









